KUPANG-BreakingNewspost.id — Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan komitmennya untuk mendorong reformasi pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di tengah tuntutan pelayanan yang semakin cepat dan berbasis teknologi, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas layanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat adaptasi di era digital.
Penegasan itu disampaikan Gubernur saat memimpin Upacara Kesadaran ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT di Halaman Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Senin (18/5/2026).
Upacara tersebut dipimpin Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambros Kodo selaku Komandan Upacara dan dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, para staf ahli gubernur, asisten sekda, pimpinan perangkat daerah, serta ASN lingkup Pemprov NTT.
Dalam amanatnya, Gubernur menyoroti pentingnya perubahan pola kerja birokrasi agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pelayanan publik tidak boleh berjalan stagnan di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan pemerintah.
“Memasuki era digital saat ini, kita perlu menyesuaikan diri dalam melaksanakan pelayanan. Saya meminta setiap OPD segera melakukan evaluasi internal terkait pelayanan publik untuk melihat sejauh mana manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujar Emanuel Melkiades Laka Lena.
Ia meminta seluruh instansi pelayanan di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT mulai membangun sistem evaluasi yang lebih terbuka dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Menurutnya, suara masyarakat harus menjadi tolok ukur utama dalam menilai kualitas pelayanan pemerintah.
Karena itu, Gubernur menginstruksikan OPD untuk menyebarkan kuesioner maupun instrumen penilaian lainnya guna menghimpun masukan publik terhadap layanan yang diberikan.
“Masukan masyarakat menjadi dasar untuk melakukan pembenahan pelayanan,” katanya.
Selain menyoroti aspek pelayanan publik, Gubernur juga mengingatkan pentingnya disiplin dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas pemerintahan. Ia menilai keberhasilan reformasi birokrasi sangat bergantung pada kualitas kinerja ASN sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.
Menurutnya, pelayanan publik yang baik tidak hanya berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, tetapi juga berkaitan erat dengan kemampuan daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Gubernur menegaskan bahwa kondisi fiskal daerah yang sehat menjadi faktor penting untuk mendukung pembangunan dan menjaga kesejahteraan ASN, termasuk pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi kinerja BPSDM Provinsi NTT yang berhasil mencapai realisasi PAD hingga 70 persen. Sementara OPD yang capaian PAD-nya masih rendah diminta segera melakukan evaluasi internal dan menyusun langkah percepatan peningkatan pendapatan daerah.
“Pelayanan publik yang optimal membutuhkan dukungan fiskal yang kuat. Karena itu, capaian PAD harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Gubernur juga meminta seluruh OPD tetap memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu meskipun pemerintah daerah tengah disibukkan dengan berbagai agenda pemerintahan di dalam maupun luar daerah.
Ia menekankan pentingnya pemanfaatan sistem digital untuk mendukung koordinasi, efektivitas birokrasi, serta mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Dalam upacara tersebut, suasana haru juga menyelimuti jajaran ASN Pemerintah Provinsi NTT. Gubernur bersama seluruh peserta upacara memanjatkan doa bersama bagi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi NTT, almarhum Alexander Koroh, yang meninggal dunia pada Minggu (17/5/2026) di Jakarta saat menjalankan tugas kedinasan.
“Pak Alex meninggal dalam tugas sebagai Kepala Dinas PMD di Jakarta. Ini kepergian yang memberikan duka mendalam bagi kita semua,” ujar Gubernur.
Pada kesempatan yang sama, Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma turut menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun kepada perwakilan ASN yang memasuki masa purna bakti Juni 2026.
Di tengah tantangan birokrasi dan tuntutan pelayanan publik yang terus berkembang, Pemerintah Provinsi NTT menegaskan komitmennya untuk memperkuat reformasi pelayanan, meningkatkan adaptasi digital, dan menjaga stabilitas fiskal daerah demi mendukung pembangunan yang lebih efektif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
#AyoBangunNTT
(Bergita Abi)















