Maumere, Sikka–Breakingnewspost.id — Sebanyak 15 pedagang kaki lima (PKL) di kawasan pelabuhan Laurentius Say Maumere senyum sumringah menempati lapak baru yang layak dan tertata rapi berkat bantuan PT Pelindo Regional 3 Cabang Maumere, pada Jumat, 06 Maret 2026.
Belasan PKL ini, sebelumnya direlokasi dari area terlarang. Lapak baru yang berlokasi di area khusus yang disiapkan oleh Pelindo, dilengkapi dengan fasilitas penunjang lengkap, seperti listrik, lapak gratis.

Berbeda dengan kondisi sebelumnya kerap mengganggu lalu lintas, dan berisiko tinggi, kini pedagang berjualan terpusat di tempat yang lebih aman dan nyaman.
Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pelindo dan KSOP yang memperhatikan PKL di Pelabuhan dengan Lapak baru berdampak pada penataan kawasan pelabuhan yang tertata rapi dan bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat kecil.
“Inisiatif yang diambil Pelindo bertujuan agar PKL di kawasan pelabuhan tidak lagi merasa kejar-kejaran saat kapal masuk dan mendapatkan kesempatan yang sama untuk mencari nafkah secara legal di area pelabuhan, ” tegas Simon saat meninjau langsung Lapak Baru di Pelabuhan Laurentius Say Maumere Jumat ( 6/3/2026).
Simon kepada 15 PKL ini menegaskan Lahan milik Pelindo harus disewa sama halnya dengan penggunaan lahan milik Pemda di luar juga disewa.
“Adanya lapak baru harus memberi kenyamanan untuk berjualan. Untuk itu suasana lingkungan harus ditata dengan baik agar semakin bersih dan juga para PKL diharapkan mendapatkan hasil yang maksimal, ” pinta Wabup.
Serah terima bantuan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Sikka disaksikan General Manager Pelindo Maumere, Angga Adi Prebawa dan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan ( KSOP) Laurentius Say Maumere.
Ketua pedagang kaki lima pelabuhan Laurentius Say Maumere, Maria Goreti Koten mengungkapkan, rasa syukur atas perhatian Pelindo.
“Lapaknya rapi, bersih, dibandingkan lokasi lama bangunannya tidak tertata rapi dan kumuh, ” ujarnya.
General Manager Pelindo Maumere, Angga Adi Prebawa menyebut, penyerahan bantuan merupakan wujud nyata komitmen Pelindo dalam menata kawasan pelabuhan agar lebih rapi, bersih dan nyaman. Sekaligus memberdayakan UMKM lokal.
“Kami mendukung usaha mikro kecil di pelabuhan melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), ” ujarnya.
Penataan lapak UMKM diharapkan membuat pedagang berjualan lebih nyaman, memperlancar lalu lintas, dan dapat mempermudah konsumen, serta meningkatkan roda perekonomian masyarakat kabupaten Sikka.
Angga menekankan, lahan ini disewa karena Pelindo merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bagian dari Danantara yang memegang Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di pelabuhan.
Karena statusnya sebagai aset negara yang dikelola oleh BUMN, penggunaan lahan HPL Pelindo oleh pihak ketiga memang diwajibkan melalui kerjasama.
“Bangunan lapak gratis, tetapi lahan masyarakat menyewa dengan angka Rp 2.330.000, sudah termasuk pajak pertahun. Cukup murah dibandingkan dengan sewa lahan diluar pelabuhan, ” kata Angga.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Laurentius Say Maumere, Ryan Partigor Hutabarat mengatakan, selaku pengawas keamanan dan keselamatan pelayaran pelabuhan kami memberikan apresiasi kepada Pelindo atas inisiatifnya untuk merangkul lapak-lapak jual di pelabuhan.
“Kami berharap inisiatif ini konsisten dilaksanakan guna mewujudkan pelabuhan Laurentius Say Maumere yang aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa, ” ujarnya.
Turut hadir pada kesempatan itu Camat Alok, Lurah Kota Uneng, sejumlah staf Pelindo dan KSOP serta 15 pedagang kaki lima.
Reporter : Yuven Fdz















