Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pemerintah

Karhutla Kembali Terjadi di Banjarbaru, 1,5 Hektare Lahan Gambut Terbakar

6
×

Karhutla Kembali Terjadi di Banjarbaru, 1,5 Hektare Lahan Gambut Terbakar

Sebarkan artikel ini

BANJARBARU-BreakingNewspost.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (23/5/2026). Kali ini, api membakar lahan gambut di kawasan Jalan Simpati, RT 44 RW 09, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin.

Peristiwa tersebut menambah daftar kebakaran lahan yang mulai bermunculan seiring meningkatnya cuaca panas di sejumlah wilayah. Lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan membuat proses penanganan membutuhkan waktu serta pengawasan ekstra dari petugas di lapangan.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, informasi kebakaran pertama kali diterima sekitar pukul 13.47 WITA melalui grup WhatsApp relawan dan petugas penanganan bencana. Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru, Zaini, mengatakan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1,5 hektare. Area yang terbakar didominasi lahan gambut dengan vegetasi semak belukar serta pohon galam yang mudah tersulut api saat kondisi kering.

“Dari luasan tersebut, sekitar 1 hektare berhasil dilakukan pemadaman oleh petugas gabungan. Lahan yang terbakar merupakan jenis gambut dengan vegetasi semak belukar dan pohon galam. Saat ini masih terdapat titik asap sehingga perlu dilakukan pemantauan berkala,” ujar Zaini.

Ia menjelaskan, proses penanganan di lapangan tidak hanya fokus pada pemadaman api, tetapi juga upaya pembasahan dan pendinginan area terbakar untuk mencegah api muncul kembali dari bawah permukaan gambut.

Menurutnya, karakteristik lahan gambut membuat api kerap sulit dideteksi karena dapat membakar lapisan bawah tanah dan memunculkan asap dalam waktu cukup lama meski kobaran api di permukaan telah padam.

Dalam operasi tersebut, BPBD Kota Banjarbaru menurunkan sejumlah armada dan perlengkapan pendukung, termasuk satu unit water supply berkapasitas 4.000 liter, satu unit rescue, dan satu unit kendaraan operasional untuk mendukung mobilisasi petugas di lokasi kejadian.

Selain melakukan pemadaman, tim gabungan juga melaksanakan observasi dan pendataan lokasi kebakaran, termasuk penghitungan luasan area terdampak menggunakan dokumentasi foto udara guna memastikan cakupan lahan yang terbakar.

Hingga Sabtu sore, petugas masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi karena ditemukan beberapa titik asap yang berpotensi memicu kebakaran lanjutan apabila tidak segera ditangani secara menyeluruh.

Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, pihak BPBD menyebut masih menunggu hasil penyelidikan dari aparat berwenang.

“Penyebab kebakaran lahan masih tahap penyelidikan pihak berwajib,” kata Zaini.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di kawasan lahan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi saat memasuki musim panas dan minim curah hujan.

Herman soetady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *