Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDAERAH

Ketua DPD APKAN RI Soppeng Soroti Dugaan Ketimpangan Distribusi Air PDAM di Tetewatu

17
×

Ketua DPD APKAN RI Soppeng Soroti Dugaan Ketimpangan Distribusi Air PDAM di Tetewatu

Sebarkan artikel ini

SOPPENG-BreakingNewspost.id — Persoalan distribusi air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Desa Tetewatu, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, kini menjadi perhatian serius masyarakat. Warga menilai terdapat dugaan ketimpangan distribusi air yang menyebabkan sebagian wilayah tetap menikmati aliran air selama 24 jam, sementara sejumlah permukiman warga lainnya justru mengalami tekanan air lemah bahkan tidak mengalir secara normal.

Ketua DPD LSM APKAN RI Kabupaten Soppeng, Jamaluddin, angkat bicara selasa 26 Mei 2026 terkait kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa pelayanan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara adil dan merata tanpa adanya perbedaan pelayanan antarwilayah.

“Kalau benar ada wilayah tertentu yang airnya mengalir lancar siang malam sementara masyarakat lain kesulitan mendapatkan air bersih, tentu ini harus menjadi perhatian serius pihak PDAM dan pemerintah terkait. Jangan sampai ada dugaan ketimpangan distribusi yang merugikan masyarakat kecil,” tegas Jamaluddin.

Menurut keterangan warga, aliran air di sekitar area pasar hingga kantor desa disebut tetap stabil selama 24 jam. Namun di sisi lain, beberapa rumah warga mengaku sering mengalami penurunan tekanan air, terutama pada jam-jam tertentu.

“Air di sekitar pasar sampai kantor desa tetap lancar siang malam, sementara di beberapa rumah warga tekanannya sangat kecil bahkan kadang tidak masuk sama sekali,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Kondisi tersebut memicu berbagai keluhan masyarakat. Warga menduga distribusi air yang lebih dominan mengarah ke kawasan tertentu menjadi salah satu penyebab berkurangnya tekanan air di wilayah permukiman lainnya.

Jamaluddin menilai pihak PDAM perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi air di Desa Tetewatu agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat.

“PDAM harus transparan kepada masyarakat terkait sistem pembagian tekanan air. Jangan sampai pelayanan hanya dinikmati sebagian wilayah sementara masyarakat lain justru kesulitan memperoleh hak dasarnya,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait turun langsung melakukan pengecekan lapangan guna memastikan tidak terdapat kebocoran jaringan, sambungan tidak wajar, ataupun pengaturan distribusi yang dinilai merugikan pelanggan lain.

Menurutnya, kehadiran media dan LSM sebagai kontrol sosial sangat penting untuk menyuarakan aspirasi masyarakat demi terciptanya pelayanan publik yang adil, transparan, dan berpihak kepada rakyat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola PDAM terkait dugaan ketimpangan distribusi air di Desa Tetewatu tersebut.

Liputan:Tim/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *