Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDAERAH

Gubernur NTT Serahkan 4.121 Buku untuk Gerakan Literasi, ASN Diajak Bangun Budaya Membaca

8
×

Gubernur NTT Serahkan 4.121 Buku untuk Gerakan Literasi, ASN Diajak Bangun Budaya Membaca

Sebarkan artikel ini

KUPANG-BreakingNewspost.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendorong penguatan budaya literasi di tengah masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyerahan ribuan buku hasil Gerakan Donasi Buku Layak Baca yang dirangkaikan dengan apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Gubernur NTT, Senin (8/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyerahkan secara simbolis 4.121 buku kepada Mindriyati Astiningsih Laka Lena selaku Bunda Literasi Provinsi NTT.

Gerakan donasi bertajuk “1 ASN 1 Buku” ini melibatkan ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT. Gubernur Melki menyumbangkan 100 judul buku, sementara Wakil Gubernur Johni Asadoma menyumbangkan 50 judul buku.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT Flouri Rita Wuisan, para staf ahli gubernur, asisten sekda, pimpinan perangkat daerah, serta Tim Kelompok Kerja (Pokja) Literasi Provinsi NTT.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki mengajak seluruh ASN untuk menjadikan literasi sebagai gerakan bersama guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTT.

“Dengan dukungan ASN, Pemerintah Provinsi NTT dan Pokja Literasi, ayo bangun literasi, ayo bangun NTT,” ujar Melki di hadapan peserta apel.

Ia menilai buku-buku yang selama ini tersimpan di rumah akan lebih bermanfaat apabila disumbangkan dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan akses bacaan.

Buku-buku hasil donasi tersebut nantinya akan didistribusikan ke berbagai taman baca masyarakat dan komunitas literasi di wilayah NTT guna memperluas akses pengetahuan bagi anak-anak maupun masyarakat umum.

Selain membahas gerakan literasi, Gubernur Melki juga menyoroti sejumlah agenda strategis daerah, termasuk penataan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta program bantuan rumah layak huni dari pemerintah pusat.

Pemerintah Provinsi NTT, kata Melki, menyiapkan penyertaan modal sebesar Rp75 miliar bagi sejumlah BUMD setelah rencana bisnis masing-masing mendapat persetujuan pemerintah dan DPRD. Alokasi tersebut meliputi Rp30 miliar untuk Bank NTT, Rp21 miliar untuk Jamkrida, serta masing-masing Rp12 miliar untuk PT Flobamor dan KIB Bolok.

Di sektor perumahan, Pemprov NTT juga tengah mempersiapkan sinkronisasi data penerima bantuan rumah layak huni yang ditargetkan mencapai 15.000 unit dengan nilai bantuan sekitar Rp20 juta per rumah.

Gubernur menegaskan seluruh perangkat daerah harus meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan pencapaian PAD yang saat ini masih berada di kisaran 20 persen.

“Bagi yang tidak menunjukkan kinerja sesuai target, baik dalam pelayanan publik maupun pencapaian PAD, akan dievaluasi dan dapat diganti dengan pejabat yang lebih siap bekerja,” tegasnya.

Apel bersama ASN tersebut menjadi momentum penguatan komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam membangun budaya literasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola BUMD, serta mendorong percepatan pembangunan daerah menuju NTT yang lebih maju dan berdaya saing.

Penulis: Bergita Abi

Editor: Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *