KOLAKA TIMUR-BreakingNewspost.id – Di tengah upaya pemerintah mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian, para petani di Desa Lamosila, Kecamatan Dangia, justru dihadapkan pada persoalan yang dinilai mengancam keselamatan mereka setiap hari. Sejumlah kabel listrik yang terjuntai rendah di area lahan pertanian warga menjadi sumber kekhawatiran sekaligus keluhan yang hingga kini belum mendapat penanganan yang terlihat oleh masyarakat.
Pantauan di lapangan, senin 8 Juni 2026, menunjukkan kabel tersebut melintas di atas areal pertanian dengan posisi yang dinilai terlalu rendah dan berpotensi membahayakan aktivitas petani. Kondisi itu menjadi perhatian karena sebagian besar warga setiap hari melakukan pekerjaan bercocok tanam, membawa peralatan pertanian, hingga menggunakan alat yang berisiko bersentuhan dengan jaringan listrik.
Bagi masyarakat, persoalan ini bukan sekadar masalah estetika jaringan listrik, melainkan menyangkut keselamatan jiwa. Mereka khawatir sewaktu-waktu dapat terjadi kecelakaan yang berakibat fatal apabila kabel tersebut tersentuh oleh manusia maupun alat kerja yang digunakan di lahan.
Kami bekerja di sini hampir setiap hari. Kabel itu sudah lama menjadi kekhawatiran warga. Kalau tidak segera diperbaiki, kami takut ada korban,” ujar petani yang ditemui di sekitar lokasi.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Aktivitas pertanian yang berlangsung di bawah jaringan listrik membuat risiko kecelakaan menjadi lebih besar apabila kondisi jaringan tidak berada pada standar keamanan yang semestinya. Terlebih saat musim hujan, ketika tanah menjadi licin dan jarak pandang berkurang, ancaman tersebut dinilai semakin meningkat.
Sejumlah warga mengaku selama ini memilih tetap bekerja karena lahan pertanian merupakan sumber penghidupan utama mereka. Namun di balik aktivitas tersebut tersimpan rasa waswas yang terus menghantui. Mereka berharap ada langkah cepat dari pihak berwenang sebelum terjadi insiden yang tidak diinginkan.
Kondisi kabel yang terjuntai ini juga memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sistem pengawasan dan pemeliharaan jaringan listrik di wilayah pedesaan. Warga menilai bahwa jaringan yang berada di area publik, terlebih di kawasan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat seperti lahan pertanian, seharusnya mendapat perhatian dan pemeriksaan berkala.
Jangan sampai menunggu ada korban baru dilakukan perbaikan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” kata warga lainnya.
Persoalan ini dinilai semakin penting karena Desa Lamosila merupakan salah satu wilayah yang aktivitas pertaniannya cukup tinggi. Lahan pertanian menjadi tumpuan ekonomi masyarakat sehingga aspek keselamatan di kawasan tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata.
Pengamat pelayanan publik menilai bahwa setiap laporan atau keluhan masyarakat yang berkaitan dengan potensi bahaya keselamatan seharusnya mendapatkan respons cepat. Infrastruktur yang berpotensi membahayakan warga perlu segera dievaluasi untuk mencegah risiko yang lebih besar di kemudian hari.
Di sisi lain, warga berharap pihak PLN Kolaka Timur dapat segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan teknis terhadap jaringan yang dikeluhkan. Langkah tersebut dianggap penting untuk memastikan apakah kondisi kabel masih memenuhi standar keamanan atau memerlukan tindakan perbaikan secepatnya.
Masyarakat juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait tidak menunggu munculnya insiden sebelum mengambil langkah konkret. Menurut mereka, pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah terjadi kecelakaan.
Hingga berita ini disusun, warga masih menantikan adanya respons resmi dari pihak PLN Kolaka Timur terkait keluhan kabel listrik yang terjuntai di area lahan pertanian Desa Lamosila. Media ini juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak PLN untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi jaringan tersebut serta langkah yang akan dilakukan demi menjamin keselamatan masyarakat.
Bagi warga Lamosila, persoalan ini bukan sekadar tentang kabel yang menjuntai. Di baliknya tersimpan harapan agar keselamatan petani mendapat perhatian yang sama besarnya dengan upaya peningkatan hasil pertanian. Sebab bagi mereka, bekerja di lahan tidak seharusnya dilakukan dalam bayang-bayang ancaman yang sewaktu-waktu dapat merenggut nyawa.
@Red















