LUWU — Hari bahagia keluarga Marni di Dusun Tambak, Desa Lamasi Pantai, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, Sabtu (19/9/2026), berubah menjadi tanda tanya setelah sejumlah uang yang disimpan di dalam lemari dilaporkan hilang seusai acara pernikahan anaknya.
Pernikahan tersebut sebelumnya berlangsung dalam suasana penuh kebahagiaan. Sejak pagi, rumah keluarga Marni dipenuhi kerabat dan tamu undangan yang datang menghadiri rangkaian acara.
Namun, setelah seluruh kegiatan selesai, keluarga mendapati sejumlah uang yang sebelumnya disimpan di dalam kamar sudah tidak ada.
Marni disebut kehilangan uang sisa uang panai sekitar Rp15 juta. Selain itu, sejumlah uang yang berada di dalam amplop pemberian keluarga dan kerabat dalam acara pernikahan juga dilaporkan ikut hilang.
Kondisi tersebut diketahui ketika Marni masuk ke kamar dan memeriksa lemari tempat uang tersebut disimpan.
Suami Marni, Masding, kemudian mendatangi Polsek Walenrang untuk menyampaikan kejadian tersebut.
Menurut Masding, saat berada di Polsek Walenrang, dirinya mendapat penyampaian agar persoalan tersebut terlebih dahulu dibicarakan dengan keluarga. Jika dalam waktu dua hari tidak ada anggota keluarga yang memberikan penjelasan mengenai keberadaan uang tersebut, ia diminta kembali untuk menyampaikan laporan.
«“Disampaikan dulu sama keluarga. Kalau dalam waktu dua hari belum ada keluarga yang mengaku, datangki kembali laporkan,” ujar Masding saat menceritakan penyampaian yang diterimanya.»
Di tengah upaya keluarga mencari informasi, Nirma, menantu Marni, juga berusaha mengetahui kemungkinan penyebab hilangnya uang tersebut.
Menurut keterangan keluarga, Nirma sempat mendatangi seorang dukun dan menanyakan persoalan tersebut. Dari percakapan itu, Nirma kemudian menyampaikan kepada keluarga adanya dugaan bahwa tiga orang berkaitan dengan hilangnya uang tersebut, terdiri atas dua perempuan dan satu laki-laki.
Namun, informasi tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk mengidentifikasi atau menuduh seseorang sebagai pelaku. Keluarga Marni juga menyatakan tidak ingin menjadikan keterangan tersebut sebagai dasar untuk menuduh pihak tertentu.
Keluarga berharap siapa pun yang mengetahui keberadaan uang tersebut dapat memberikan informasi secara jujur sehingga persoalan tidak berkembang menjadi prasangka atau tuduhan terhadap orang yang tidak terlibat.
Masding mengatakan, apabila dalam waktu dua hari tidak ada anggota keluarga yang memberikan penjelasan, dirinya akan kembali mendatangi Polsek Walenrang untuk meminta agar kejadian tersebut ditindaklanjuti.
Keluarga menyerahkan proses pembuktian kepada pihak yang berwenang. Mereka berharap pemeriksaan nantinya dapat mengungkap fakta berdasarkan keterangan orang-orang yang berada di lokasi, kondisi tempat penyimpanan uang, serta bukti lain yang relevan.
Bagi keluarga Marni, hilangnya uang tersebut menjadi pukulan tersendiri. Momentum yang semestinya dipenuhi kebahagiaan atas pernikahan anak justru berakhir dengan kehilangan dan pertanyaan mengenai keberadaan uang sisa panai serta uang pemberian keluarga dan kerabat.
Hingga berita ini disusun, belum ada pihak yang dinyatakan sebagai pelaku. Hilangnya uang tersebut masih berdasarkan keterangan keluarga dan belum dapat disimpulkan sebagai tindak pidana tertentu sebelum dilakukan pemeriksaan dan pembuktian lebih lanjut.
Keluarga Marni berharap persoalan tersebut segera memperoleh kejelasan melalui proses yang dapat dipertanggungjawabkan, tanpa menimbulkan tuduhan terhadap pihak yang belum terbukti terlibat.
Tim/Red















