Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDAERAH

Aliansi Masyarakat Toraja Gelar Aksi Tolak Proyek Geothermal di DPRD Tana Toraja

9
×

Aliansi Masyarakat Toraja Gelar Aksi Tolak Proyek Geothermal di DPRD Tana Toraja

Sebarkan artikel ini

TANA TORAJA-BreakingNewspost.id — Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Toraja menggelar aksi unjuk rasa menolak proyek geothermal di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tana Toraja, Kabupaten Tana Toraja, Jumat (13/3/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan masyarakat terhadap rencana pengembangan proyek panas bumi (geothermal) yang dinilai berpotensi mengancam ruang hidup masyarakat serta kelestarian lingkungan di wilayah Toraja.

Sejak pagi hari, massa aksi mulai berkumpul di depan gedung DPRD dengan membawa spanduk yang berisi tuntutan penolakan terhadap proyek tersebut. Para demonstran secara bergantian menyampaikan orasi yang menyoroti berbagai potensi dampak negatif dari proyek geothermal jika tetap dilaksanakan.

Koordinator aksi Aliansi Masyarakat Toraja, Daniel Somba, dalam orasinya menegaskan bahwa masyarakat menolak proyek tersebut karena dinilai berpotensi merampas ruang hidup warga di wilayah Toraja.

“Kami selaku masyarakat berpikir proyek geothermal ini akan merampas ruang hidup kami, maka itu kami tolak,” ujar Daniel Somba saat menyampaikan aspirasi di hadapan massa aksi, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, masyarakat khawatir proyek geothermal dapat berdampak pada kerusakan lingkungan, terutama pada kawasan hutan, sumber mata air, serta lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga. Selain itu, masyarakat juga menilai proyek tersebut berpotensi mengganggu kawasan adat yang memiliki nilai budaya dan spiritual bagi masyarakat Toraja.

Dalam aksi tersebut, massa juga mendesak DPRD Tana Toraja agar mendengarkan aspirasi masyarakat serta memberikan sikap tegas terhadap rencana proyek geothermal tersebut. Mereka berharap lembaga legislatif daerah dapat mengeluarkan rekomendasi penolakan sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat.

Beberapa perwakilan massa aksi juga meminta kesempatan untuk melakukan audiensi dengan pimpinan DPRD Tana Toraja guna menyampaikan aspirasi secara langsung. Mereka berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan keputusan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Selama aksi berlangsung, aparat kepolisian terlihat berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan kegiatan demonstrasi berjalan tertib dan kondusif. Massa aksi juga tampak tetap bertahan di depan gedung DPRD sambil menunggu respons dari pihak legislatif terkait tuntutan yang mereka sampaikan.

Aksi penolakan terhadap proyek geothermal ini menunjukkan adanya kekhawatiran di kalangan masyarakat Toraja terhadap dampak pembangunan yang dinilai berpotensi mengancam lingkungan, ruang hidup, serta nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. (Ani A.P)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *