Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Babinsa di Luwu Turun Tangan Bantu Perbaikan Rumah Warga, Gotong Royong Perkuat Ikatan Sosial

6
×

Babinsa di Luwu Turun Tangan Bantu Perbaikan Rumah Warga, Gotong Royong Perkuat Ikatan Sosial

Sebarkan artikel ini

Luwu-BreakingNewspost.id — Keterlibatan aparat teritorial dalam kehidupan masyarakat kembali terlihat di Desa Jenne Maeja, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu. Seorang bintara pembina desa (Babinsa) dari Koramil 1403-04/Padang Sappa, Ishak Layuk, turun langsung membantu warga memperbaiki dinding rumah yang rusak, Rabu (15/4/2026).

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut tidak sebatas pemantauan, tetapi juga terlibat aktif dalam kerja bakti bersama warga. Sejak pagi hari, ia bergabung dalam proses perbaikan, mulai dari mengangkat material, mengaduk semen, hingga membantu pemasangan dinding.

Peran Babinsa di Tengah Masyarakat

Kegiatan ini merupakan bagian dari komunikasi sosial (komsos), salah satu tugas rutin aparat kewilayahan dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Dalam praktiknya, komsos tidak hanya dilakukan melalui dialog, tetapi juga lewat keterlibatan langsung dalam aktivitas warga.

“Kalau ada warga butuh bantuan, kami pasti turun langsung. Tidak enak kalau hanya melihat. Di sinilah kita bangun kebersamaan agar hubungan Babinsa dan masyarakat semakin solid,” ujar Ishak.

Menurut dia, kehadiran aparat di tengah masyarakat menjadi penting untuk membangun kepercayaan sekaligus memastikan kondisi sosial di desa tetap kondusif.

Gotong Royong sebagai Modal Sosial

Kegiatan perbaikan rumah tersebut berlangsung dalam suasana gotong royong yang kental. Sejumlah warga turut ambil bagian, menciptakan suasana kerja yang penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Bagi masyarakat setempat, gotong royong masih menjadi nilai yang dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Selain meringankan pekerjaan, praktik ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga.

Salah seorang warga yang rumahnya diperbaiki mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa dan partisipasi warga lainnya.

“Kalau kerja bersama seperti ini, pekerjaan terasa lebih ringan dan cepat selesai. Kami sangat terbantu,” ujarnya.

Antara Tugas Teritorial dan Kebutuhan Sosial

Pengamat sosial menilai, keterlibatan aparat seperti Babinsa dalam kegiatan kemasyarakatan memiliki dampak positif, terutama dalam memperkuat kohesi sosial di tingkat desa. Namun, di sisi lain, keberlanjutan kegiatan semacam ini juga perlu didukung oleh sistem yang memastikan masyarakat tetap mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada intervensi aparat.

Dalam konteks tersebut, peran Babinsa diharapkan tidak hanya hadir sebagai tenaga bantuan, tetapi juga sebagai penggerak partisipasi masyarakat.

Menjaga Kedekatan dan Respons Cepat

Kegiatan seperti ini juga menjadi sarana bagi aparat untuk memahami kondisi riil masyarakat di lapangan. Dengan keterlibatan langsung, Babinsa dapat lebih cepat mengidentifikasi persoalan sosial, ekonomi, maupun infrastruktur yang dihadapi warga.

Di wilayah pedesaan, pendekatan personal semacam ini dinilai efektif dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat hubungan antara Tentara Nasional Indonesia dan masyarakat.

Harapan Ke Depan

Kegiatan gotong royong yang melibatkan Babinsa dan masyarakat di Desa Jenne Maeja menjadi gambaran bahwa nilai kebersamaan masih terjaga di tengah perubahan zaman.

Ke depan, pola kolaborasi semacam ini diharapkan terus berlanjut, tidak hanya dalam kegiatan perbaikan fisik, tetapi juga dalam upaya pembangunan desa secara lebih luas.

Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, lingkungan desa yang aman, nyaman, dan berdaya diharapkan dapat terus terwujud.

Penulis: AsL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *