Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

BumDes Tanah Bunga Sejahtera Tanam 7.000 “Emas Merah”, Harapan Baru Ekonomi Desa Wolomotong

25
×

BumDes Tanah Bunga Sejahtera Tanam 7.000 “Emas Merah”, Harapan Baru Ekonomi Desa Wolomotong

Sebarkan artikel ini

MaumereBreakingNewspost.id — Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa mulai diwujudkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tanah Bunga Sejahtera, Desa Wolomotong, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timuor.

Pada Rabu (15/4/2026), sebanyak 7.000 anakan cabai—yang kerap dijuluki “emas merah”—ditanam di wilayah Aiwuat, Dusun Legar. Penanaman ini menjadi langkah konkret BUMDes dalam mengembangkan sektor hortikultura yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi.

Pendamping Lokal Desa, Agustinus Sevman Piki, menjelaskan bahwa jenis cabai yang dibudidayakan adalah cabai merah keriting F1 dan cabai servo F1, varietas unggul yang dikenal memiliki produktivitas tinggi serta adaptif terhadap kondisi lahan setempat.

“Penanaman ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan berbasis hortikultura. Kami melibatkan berbagai pihak agar kegiatan ini berjalan maksimal,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Pemerintah Desa Wolomotong, pengurus dan pengawas BUMDes, kelompok pekerja, pendamping desa, penyuluh pertanian Kecamatan Doreng, hingga aparat keamanan setempat. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan adanya dukungan kolektif terhadap pengembangan ekonomi desa berbasis pertanian.

Kepala Desa Wolomotong, Sergius Sareng, menekankan pentingnya kolaborasi dan transparansi dalam pengelolaan program tersebut. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada tahap penanaman, tetapi juga berlanjut hingga menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

“Saya mengajak semua pihak untuk terus mendukung. Dengan 7.000 anakan ini, potensi produksinya besar. Namun pengelolaan harus dilakukan secara terbuka agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Direktur BUMDes Tanah Bunga Sejahtera, Hendrikus Nong Dadin, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan produksi cabai mencapai minimal 10 ton dalam satu musim panen. Perhitungan tersebut didasarkan pada estimasi hasil rata-rata sekitar 1,5 kilogram per tanaman.

“Kami optimistis hasilnya bisa mencapai target. Harapannya, saat panen nanti harga cabai juga berada pada level yang menguntungkan,” ujarnya.

Meski demikian, tantangan tetap membayangi. Fluktuasi harga cabai di pasaran serta faktor cuaca menjadi variabel penting yang dapat memengaruhi hasil akhir program ini. Oleh karena itu, peran pendampingan teknis dari penyuluh pertanian menjadi krusial.

Penyuluh pertanian Kecamatan Doreng, Yoseph Temu Padu, bersama tenaga penyuluh senior Dorus Morek, menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi petani dan pengelola BUMDes agar praktik budidaya dilakukan secara optimal, mulai dari penanaman hingga pascapanen.

Dukungan juga datang dari Tenaga Pendamping Profesional tingkat kecamatan yang selama ini aktif memberikan pembinaan kepada BUMDes. Pengurus BUMDes Tanah Bunga Sejahtera pun menyampaikan apresiasi atas peran pendampingan tersebut.

Ke depan, BUMDes Tanah Bunga Sejahtera diharapkan tidak hanya menjadi pengelola usaha desa, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal. Dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, sektor hortikultura seperti cabai berpotensi menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Wolomotong.

Di tengah tantangan ekonomi pedesaan, langkah menanam “emas merah” ini menjadi simbol harapan—bahwa dari tanah desa, kesejahteraan dapat tumbuh dan dipanen bersama.

(Yuvenfernandez)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *