Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pemerintah

Bupati Sikka Buka RAT ke-37 Kopdit Hiro Heling, Aset Tembus Rp42 Miliar di Tengah Tantangan Ekonomi

3
×

Bupati Sikka Buka RAT ke-37 Kopdit Hiro Heling, Aset Tembus Rp42 Miliar di Tengah Tantangan Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Sikka, NTT -BreakingNewspost.Id — Di tengah dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, koperasi kembali menunjukkan daya tahannya sebagai penopang ekonomi rakyat. Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, secara resmi membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-37 KSP Kopdit Hiro Heling Tahun Buku 2025 di Wairhubing, Sabtu (25/4/2026).

Pembukaan RAT ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penegasan arah koperasi ke depan. Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa RAT bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum tertinggi dalam koperasi yang menjadi tolok ukur demokrasi ekonomi, transparansi, dan akuntabilitas.

“RAT adalah wujud pertanggungjawaban pengurus kepada anggota. Ini ruang demokrasi ekonomi yang harus dijaga kualitas dan integritasnya,” tegasnya.

Ia juga memberikan apresiasi atas penyelenggaraan RAT yang dinilai tepat waktu, meskipun secara nasional batas akhir pelaksanaan RAT Tahun Buku 2025 diperpanjang hingga 30 April 2026. Menurutnya, ketepatan waktu ini mencerminkan komitmen terhadap tata kelola koperasi yang baik.

Di sisi kinerja, KSP Kopdit Hiro Heling mencatat capaian yang cukup signifikan. Berdasarkan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, total aset koperasi ini telah menembus Rp42 miliar, tepatnya Rp42.009.279.645, atau tumbuh 2,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah anggota juga mencapai 12.935 orang.

Capaian tersebut dinilai positif, terutama di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan oleh pelaku usaha kecil dan masyarakat.

“Ini menunjukkan bahwa koperasi tetap menjadi sokoguru perekonomian rakyat. Di tengah kondisi yang tidak mudah, Kopdit Hiro Heling mampu bertahan dan tumbuh,” ujar Bupati.

Namun demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pengurus lengah. Tahun Buku 2026 diperkirakan masih diwarnai tantangan, mulai dari daya beli masyarakat, akses pembiayaan, hingga ketatnya persaingan usaha.

RAT ke-37 ini mengusung tema “Penguatan Usaha Anggota Melalui Sinergi Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Berkelanjutan.” Tema ini, menurut Bupati, menjadi kunci transformasi koperasi dari sekadar lembaga simpan pinjam menjadi ekosistem pemberdayaan ekonomi anggota.

“Koperasi harus naik kelas. Tidak cukup hanya menghimpun dan menyalurkan dana, tetapi harus mampu mendidik, melatih, dan mendampingi anggota agar usahanya berkembang dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, peran koperasi dinilai semakin strategis, terutama dalam mendukung pengembangan UMKM di daerah. Pemerintah Kabupaten Sikka, kata dia, siap memperkuat sinergi dengan koperasi sebagai mitra dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Meski demikian, sejumlah catatan tetap menjadi perhatian. Di antaranya pentingnya menjaga kualitas kredit, memperkuat manajemen risiko, serta memastikan transparansi pengelolaan dana anggota. Tanpa itu, pertumbuhan aset dinilai tidak akan berbanding lurus dengan kesehatan koperasi.

Bupati juga menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam penyehatan koperasi, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan profesionalisme.

“Kita ingin koperasi sehat, tapi juga tetap berpihak pada anggota. Prinsip gotong royong harus tetap dijaga,” katanya.

Ia menegaskan bahwa KSP Kopdit Hiro Heling merupakan salah satu koperasi primer unggulan di Nusa Tenggara Timur dan menjadi aset penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Sikka. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah menuju ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.

Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap RAT ini tidak hanya menghasilkan laporan dan keputusan administratif, tetapi juga langkah konkret yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan anggota.

“Keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari besarnya aset, tetapi dari sejauh mana anggota merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

RAT ke-37 ini turut dihadiri unsur DPRD Kabupaten Sikka, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, jajaran Puskopdit Swadaya Utama Maumere, serta pengurus, pengawas, manajemen, dan anggota KSP Kopdit Hiro Heling.

Dengan capaian aset yang terus meningkat, Kopdit Hiro Heling kini dihadapkan pada tantangan berikutnya: menjaga kepercayaan anggota sekaligus memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Yuvenfernandez

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *