Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Camp Waberkat Angkatan IX Keuskupan Atambua Ditutup, Tekankan Pentingnya Komunikasi dalam Keluarga

30
×

Camp Waberkat Angkatan IX Keuskupan Atambua Ditutup, Tekankan Pentingnya Komunikasi dalam Keluarga

Sebarkan artikel ini

Atambua-BreakingNewspost.id — Kegiatan Camp Wanita Berhikmat Katolik (Waberkat) Angkatan IX Keuskupan Atambua resmi ditutup pada Minggu (17/5/2026) di Biara Santo Yosef Nenuk, Atambua, setelah berlangsung selama tiga hari sejak 15 Mei 2026.

Kegiatan pembinaan rohani tersebut diikuti sebanyak 60 peserta perempuan yang berasal dari sejumlah keuskupan, yakni Keuskupan Maliana sebanyak 6 peserta, Keuskupan Maumere 6 peserta, Lospalos 15 peserta, dan Keuskupan Atambua sebanyak 33 peserta.

Pembukaan kegiatan diawali dengan Perayaan Misa Kudus yang dipimpin oleh Moderator Distrik Belu Utara Keuskupan Atambua, Pater Piter Bataona, SVD. Dalam homilinya, ia menegaskan bahwa keluarga merupakan pusat utama pelayanan gereja.

“Agen pastoral nyata ada dalam keluarga. Ibu adalah agen pastoral sejak dini bagi anak-anak dalam keluarga. Dasar hidup berumah tangga yang kuat berawal dari keluarga,” ungkap Pater Piter.

Ia juga menekankan bahwa keluarga merupakan persekutuan terkecil dalam gereja yang menjadi dasar terbentuknya komunitas umat basis (KUB), stasi, lingkungan hingga paroki.

“Atas dasar itu, keluarga adalah ujung tombak gereja,” tegasnya.

Secara resmi kegiatan Camp Waberkat dibuka oleh Ketua Komisi Keluarga Keuskupan Atambua, Suster Fridolin Teme, SSPS.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan pembekalan rohani, pendampingan, serta sesi sharing yang dipandu para pemateri yang telah dipersiapkan panitia.

Penutupan kegiatan ditandai dengan Misa Kudus yang dipimpin Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Atambua, Pater Vinsen Wun, SVD.

Dalam homilinya, Pater Vinsen mengangkat tema tentang pentingnya komunikasi dalam keluarga, bertepatan dengan peringatan Hari Komunikasi Sedunia yang dirayakan Gereja Katolik.

“Komunikasi adalah kunci kebahagiaan. Komunikasi harus dibangun antara suami, istri, dan anak dalam keluarga,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa komunikasi yang sehat menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial di era globalisasi dapat menjadi alat yang membangun, namun juga berpotensi merusak keluarga jika tidak digunakan secara bijak.

“Kita perlu belajar literasi digital dan menggunakan media sosial dengan penuh tanggung jawab. Banyak keluarga terganggu karena komunikasi yang salah dan penggunaan media sosial yang tidak tepat,” katanya.

Pater Vinsen juga mengingatkan bahwa manusia dianugerahi wajah dan suara sebagai gambar dan rupa Allah, sehingga harus digunakan untuk menyampaikan kebaikan dan kebenaran.

“Wajah dan suara manusia itu unik dan harus dipergunakan dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.

Ia berharap seluruh peserta Camp Waberkat dapat menjadi pribadi yang membawa pemulihan dan membangun komunikasi yang sehat di tengah keluarga dan masyarakat.

“Semoga melalui kegiatan ini para peserta saling meneguhkan dan mampu membangun komunikasi yang baik dalam keluarga,” harapnya.

Sebelum menutup perayaan, Pater Vinsen menyampaikan apresiasi kepada komunitas Catholic Family Ministry (CFM), panitia, dan seluruh peserta atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Atas nama Komisi Keluarga Keuskupan Atambua, kami sangat mendukung kegiatan CFM ini karena membantu banyak keluarga memperoleh pemulihan dan penyembuhan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Keuskupan Atambua berencana mendorong para pastor paroki untuk mengirim keluarga-keluarga yang membutuhkan pendampingan agar dapat mengikuti kegiatan serupa pada tahun mendatang.

Selain itu, ia menegaskan dukungan penuh Uskup Keuskupan Atambua terhadap keberlangsungan kegiatan Waberkat.

Menutup seluruh rangkaian kegiatan, Pater Vinsen menyampaikan pesan reflektif kepada seluruh peserta.

“Keluarga kuat, gereja kuat. Keluarga hancur, gereja hancur. Jadilah cahaya di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Bergita Abi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *