Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pemerintah

Di Bawah Kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus, Disiplin Fiskal Sulut Jadi Motor Pertumbuhan dan Kesejahteraan

5
×

Di Bawah Kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus, Disiplin Fiskal Sulut Jadi Motor Pertumbuhan dan Kesejahteraan

Sebarkan artikel ini

Manado,BreakingNewsPost.Id— Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menorehkan capaian positif dalam pengelolaan keuangan daerah sepanjang Tahun Anggaran 2025. Kinerja tersebut tidak hanya tercermin dari tingginya realisasi pendapatan dan belanja, tetapi juga memperlihatkan bagaimana disiplin fiskal mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.Selasa(14/04/2026)

Di bawah kepemimpinan Yulius Selvanus, arah kebijakan keuangan daerah dijalankan secara lebih terukur, efektif, dan berorientasi hasil. Pemerintah provinsi tidak semata mengejar serapan anggaran, melainkan memastikan setiap program memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Realisasi pendapatan daerah tercatat sebesar Rp3,65 triliun atau 96,38 persen dari target, sementara realisasi belanja mencapai Rp3,32 triliun atau 91,36 persen. Angka tersebut menunjukkan pengelolaan fiskal yang stabil dan terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Lebih dari itu, kualitas belanja daerah juga mengalami peningkatan signifikan. Realisasi belanja modal yang mencapai 94,06 persen menjadi indikator kuat bahwa pemerintah daerah memprioritaskan investasi jangka panjang, terutama pada pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, dan penguatan daya saing daerah.

Kebijakan efisiensi yang diterapkan mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 dijalankan secara strategis. Langkah ini tidak hanya menekan pengeluaran yang bersifat seremonial dan non-prioritas, tetapi juga mengalihkan anggaran ke sektor-sektor yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Pendekatan tersebut mencerminkan transformasi tata kelola anggaran, dari pola belanja berbasis pengeluaran menuju penganggaran berbasis dampak. Model ini dinilai penting dalam mendorong efektivitas pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Dari sisi neraca keuangan, kondisi fiskal Sulawesi Utara juga menunjukkan penguatan yang nyata. Nilai aset daerah meningkat menjadi Rp11,87 triliun. Pada saat yang sama, kewajiban turun menjadi Rp847 miliar, sementara ekuitas meningkat hingga Rp11,02 triliun. Kondisi ini menandakan fondasi keuangan daerah yang semakin sehat dan berkelanjutan.

Keberhasilan pengelolaan fiskal tersebut turut tercermin pada capaian indikator makro ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara mencapai 5,66 persen, melampaui rata-rata nasional. Inflasi tetap terkendali pada level 1,23 persen sehingga daya beli masyarakat dapat terjaga.

Selain itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 6,62 persen, menjadikan Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah dengan angka kemiskinan terendah di kawasan Sulawesi. Capaian ini menunjukkan bahwa kebijakan fiskal daerah berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Konsistensi kepemimpinan Yulius Selvanus dalam menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan dan kehati-hatian fiskal menjadi faktor penting dalam keberhasilan tersebut. Sinergi antara efisiensi anggaran, produktivitas belanja, dan penguatan pendapatan daerah dinilai menjadi fondasi utama pembangunan Sulawesi Utara ke depan.

Meski tantangan global dan dinamika ekonomi nasional masih akan terus berlangsung, Sulawesi Utara dinilai memiliki modal kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa ketika anggaran dikelola secara disiplin, diarahkan dengan visi yang jelas, dan dilaksanakan secara konsisten, maka fiskal daerah bukan sekadar instrumen administratif, tetapi menjadi alat transformasi pembangunan.

Penulis:
Ferdinand Sahempa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *