SIKKA, NTT-Breakingnewspost.id — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar kegiatan literasi trauma healing bagi siswa-siswi SMPK MBC Ohe yang berlokasi di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Literasi dan Sains DISARPUS Kabupaten Sikka sebagai bentuk pendampingan psikososial kepada para siswa melalui pendekatan literasi, permainan edukatif, serta berbagai aktivitas kreatif yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak, sekaligus mendorong semangat belajar mereka melalui kegiatan yang positif dan edukatif.
“Melalui kegiatan literasi trauma healing ini, kami ingin menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Kami juga berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kembali semangat membaca, belajar, serta mendorong kreativitas mereka,” ujar Very Awales kepada media di Maumere, Jumat (6/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, tim literasi mengajak para siswa mengikuti berbagai kegiatan yang bersifat interaktif dan edukatif. Aktivitas tersebut meliputi membaca bersama, bercerita, permainan literasi, kuis sains, hingga kegiatan menggambar dan menulis.
Menurut Very Awales, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan literasi siswa, tetapi juga memberi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan mereka setelah menghadapi berbagai pengalaman yang dapat memengaruhi kondisi psikologis.
“Literasi bukan sekadar membaca dan menulis. Literasi juga dapat menjadi sarana untuk membangun ketahanan mental, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperkuat karakter anak-anak,” jelasnya.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan yang digelar oleh DISARPUS Kabupaten Sikka tersebut. Guru dan siswa terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh keakraban.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas gerakan literasi di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak usia sekolah di wilayah pedesaan.
DISARPUS Kabupaten Sikka menyatakan akan terus mengembangkan berbagai program literasi yang inklusif dan menjangkau lebih banyak sekolah serta komunitas masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap budaya literasi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan literasi juga dapat menjadi ruang yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi mereka,” tambah Very Awales.
Kegiatan literasi trauma healing tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa, baik dalam meningkatkan minat baca maupun dalam mendukung pemulihan psikologis mereka melalui aktivitas yang edukatif dan menyenangkan.
Reporter : Yuven Fdz















