Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Empat Kru KM Putra Cantika Ditemukan Selamat di Perairan Sikka, Sempat Terombang-ambing Akibat Kerusakan Mesin

17
×

Empat Kru KM Putra Cantika Ditemukan Selamat di Perairan Sikka, Sempat Terombang-ambing Akibat Kerusakan Mesin

Sebarkan artikel ini

MaumereBreakingNewspost.id — Tim SAR gabungan berhasil menemukan empat kru Kapal Motor (KM) Putra Cantika dalam kondisi selamat setelah sempat terombang-ambing di perairan antara Pulau Pemana dan Pulau Babi, Kabupaten Sikka, Kamis (16/4/2026).

Kapal tersebut sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan mesin saat berlayar dari Pelabuhan Benoa menuju wilayah Maluku Tenggara. Informasi awal diterima oleh Stasiun Radio Pantai (SROP) Maumere, yang kemudian diteruskan kepada Kantor SAR Maumere untuk segera ditindaklanjuti.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, tim langsung bergerak cepat.

“Tim SAR gabungan segera dikerahkan menggunakan KN SAR Puntadewa 250 menuju lokasi kejadian pada koordinat 08°12’58” LS dan 122°26’24” BT, dengan jarak sekitar 27 mil laut dari Pelabuhan Wuring,” ujarnya.

Ditemukan Tak Jauh dari Titik Awal

Setelah melakukan pencarian, pada pukul 15.39 Wita, tim SAR berhasil menemukan KM Putra Cantika pada koordinat 8°14’2.4” LS dan 122°25’55.8” BT. Lokasi tersebut berjarak sekitar 1,15 mil laut dari titik awal kapal dilaporkan mengalami gangguan mesin.

Kondisi kapal saat ditemukan masih mengapung, namun tidak dapat bermanuver akibat kerusakan mesin. Keempat kru yang berada di dalam kapal dilaporkan dalam keadaan selamat.

Tanpa menunggu lama, tim SAR langsung melakukan proses evakuasi dan memindahkan seluruh kru ke KN SAR Puntadewa 250 untuk kemudian dibawa menuju lokasi terdekat yang aman, yakni Pulau Pemana.

Evakuasi dan Penanganan Sementara

Setibanya di Pulau Pemana, tim SAR berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk penanganan lanjutan. Aparat desa menyatakan kesiapan mereka untuk memberikan tempat tinggal sementara bagi para kru.

Langkah ini diambil sembari menunggu proses perbaikan kapal selesai sebelum melanjutkan perjalanan menuju tujuan awal di Maluku Tenggara.

“Warga dan aparat desa bersedia memberikan tempat tinggal sementara kepada para korban,” kata Fathur.

Operasi Berakhir Aman

Setelah memastikan seluruh kru dalam kondisi aman dan tertangani, tim SAR gabungan kembali ke Maumere dan tiba di Pelabuhan Wuring pada pukul 19.30 Wita.

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kesiapan armada pelayaran, terutama pada jalur laut antarpulau yang memiliki risiko tinggi akibat kondisi cuaca dan teknis kapal.

Di sisi lain, respons cepat tim SAR gabungan menjadi faktor kunci dalam memastikan keselamatan awak kapal, sekaligus mencegah potensi situasi yang lebih buruk di tengah laut terbuka.yuvenfernandez

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *