Kefamenanu–BreakingNewspost.id — Di tengah keterbatasan dan tantangan hidup, Gita memilih untuk tidak menyerah. Perempuan yang tinggal di Kefamenanu ini justru bangkit dan menata kembali hidupnya dengan mengolah sawah seluas satu hektare di Desa Sekon, Kecamatan Insana Induk, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), wilayah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.
Keputusan tersebut diambil setelah ia kehilangan suami, sebuah peristiwa yang menjadi titik balik dalam perjalanan hidupnya. Di tengah duka, Gita dihadapkan pada tanggung jawab besar untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Dengan dukungan keluarga, ia mulai menekuni dunia pertanian. Langkah awal yang dijalani tidak mudah. Ia harus beradaptasi dengan kondisi lahan, cuaca, serta keterbatasan sarana. Namun, ketekunan dan semangat pantang menyerah menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Dari Duka Menuju Ketahanan
Bagi Gita, sawah bukan sekadar sumber penghasilan, melainkan ruang perjuangan untuk bertahan hidup. Di sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, ia tetap menyempatkan diri mengolah lahan, menanam padi, hingga memanen hasil pertanian.
Rutinitas itu dijalaninya bersamaan dengan tanggung jawab lain, mulai dari mengurus rumah tangga, mendampingi pendidikan anak, hingga aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan sekitar.
“Semua dijalani dengan niat untuk bisa bertahan dan memenuhi kebutuhan keluarga,” ungkapnya dalam keseharian yang penuh kerja keras.
Hasil dari sawah tersebut tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga memberikan ruang bagi Gita untuk berbagi, meski dalam keterbatasan.
Perempuan dan Peran Strategis di Sektor Pangan
Kisah Gita mencerminkan peran penting perempuan dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di wilayah perbatasan yang kerap menghadapi tantangan ekonomi dan akses sumber daya.
Di tengah stigma yang masih melekat pada pekerjaan di sektor pertanian, Gita justru menunjukkan bahwa perempuan mampu menjadi penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Ia tidak hanya bekerja untuk bertahan, tetapi juga membuktikan bahwa kerja keras di sektor pertanian memiliki nilai strategis dalam kehidupan masyarakat.
Menjaga Alam, Menjaga Masa Depan
Dalam mengelola sawahnya, Gita juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Ia menerapkan metode pertanian yang lebih ramah lingkungan, termasuk penggunaan cara-cara alami dalam merawat tanaman.
Langkah tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kualitas hasil panen, tetapi juga mempertahankan keseimbangan ekologi di sekitar lahan pertaniannya.
Pendekatan ini menjadi penting, terutama di tengah meningkatnya kesadaran akan dampak perubahan iklim dan kerusakan lingkungan terhadap sektor pertanian.
Inspirasi dari Pinggiran Negeri
Di tengah segala keterbatasan, Gita menjadi potret ketangguhan perempuan Indonesia yang mampu bangkit dan berkontribusi nyata bagi keluarga dan lingkungan.
Kisahnya menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan tidak hanya dibangun dari kebijakan besar, tetapi juga dari kerja-kerja kecil yang dilakukan dengan konsisten di tingkat keluarga dan komunitas.
Lebih dari itu, Gita menginspirasi banyak perempuan untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian, serta terus berjuang dengan tekad dan semangat dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Reporter: Bergita Abi















