Maumere-BreakingNewspost.id — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, melakukan kunjungan kerja ke STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere pada Jumat (17/4/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan dan kesiapan kerja di tingkat internasional.
Gubernur yang akrab disapa Melki Laka Lena tiba di Bandara Frans Seda Maumere sekitar pukul 16.00 WITA. Ia disambut oleh Juventus Prima Yoris Kago, Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka Adrianus Firminus Parera, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur meninjau langsung program pembelajaran bahasa Jepang yang menjadi salah satu unggulan kampus. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa agar mampu bersaing di pasar kerja global, terutama di sektor tenaga kesehatan.
Mediatrix Santi Gaharpung, yang mewakili pimpinan kampus, menyampaikan bahwa saat ini STIKes St. Elisabeth memiliki 643 mahasiswa yang tersebar pada tiga program studi, yakni D3 Keperawatan, Sarjana Fisioterapi, dan Sarjana Informatika Medis. Ia menambahkan, pembelajaran bahasa asing seperti Inggris, Jerman, dan Jepang telah menjadi bagian dari kurikulum untuk meningkatkan daya saing lulusan.
“Khusus untuk bahasa Jepang, kami bekerja sama dengan LPK Musubu. Hingga saat ini, sebanyak 28 lulusan telah berhasil bekerja di Jepang melalui program tersebut,” ujarnya.
Selain penguatan kurikulum, pihak kampus juga tengah melakukan pengembangan fasilitas, termasuk pembangunan ruang kelas baru, laboratorium Fisioterapi dan Informatika Medis, serta perpustakaan. Dukungan dari Pemerintah Provinsi NTT diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan tersebut.
Direktur Rekrutmen dan Partnership LPK Musubu, Yovani Maria Franchis, menegaskan komitmen lembaganya dalam membangun kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan dunia kerja. Kolaborasi ini dinilai penting untuk membuka peluang kerja yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, turut mengapresiasi kontribusi LPK Musubu yang telah membuka akses bagi generasi muda daerah untuk bekerja di luar negeri. Ia juga menyampaikan bahwa ke depan program beasiswa daerah akan difokuskan bagi keluarga miskin ekstrem, dengan meminta pihak kampus mendata mahasiswa dari kelompok desil 1 hingga 5 sebagai calon penerima.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyoroti pentingnya dukungan pembiayaan bagi calon tenaga kerja migran. Ia menyebut pemerintah telah menyiapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus untuk tenaga migran, yang dapat dimanfaatkan untuk membiayai pelatihan, kursus bahasa, hingga persiapan keberangkatan.
“Melalui skema ini, kami ingin memastikan anak-anak NTT memiliki akses yang lebih mudah untuk meningkatkan keterampilan dan bekerja di luar negeri secara legal dan profesional,” ujarnya.
Ia juga mendorong LPK Musubu untuk berperan aktif dalam memfasilitasi akses pembiayaan tersebut, sehingga semakin banyak generasi muda NTT yang memiliki peluang kerja dengan keterampilan yang memadai.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah dari tingkat provinsi dan kabupaten, serta dosen dan civitas akademika STIKes St. Elisabeth. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia kerja dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTT.
Penulis: Yuven Fernandez















