Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDAERAH

House of Indonesiana Hadir di Sikka, Ruang Kreatif Strategis bagi Kaum Muda untuk Merawat Budaya dan Menembus Industri Kreatif Global

7
×

House of Indonesiana Hadir di Sikka, Ruang Kreatif Strategis bagi Kaum Muda untuk Merawat Budaya dan Menembus Industri Kreatif Global

Sebarkan artikel ini

SIKKA-BreakingNewspost.id – Upaya memperkuat pelestarian budaya sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi generasi muda terus didorong di berbagai daerah. Kini, Kabupaten Sikka menjadi salah satu daerah yang dipercaya menjadi lokasi pengembangan House of Indonesiana (HOI), sebuah pusat kreativitas dan kolaborasi budaya yang dirancang untuk melahirkan talenta kreatif berbasis budaya lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Kehadiran House of Indonesiana di Kabupaten Sikka menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem kebudayaan yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian warisan leluhur, tetapi juga pada pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata, serta penguatan identitas daerah di tengah arus globalisasi yang semakin dinamis.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Republik Korea Selatan. Kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk diplomasi budaya yang menghubungkan kekayaan budaya Indonesia dengan kemajuan industri kreatif digital Korea Selatan.

Peresmian Training Center House of Indonesiana dilakukan oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, pada Senin (8/6/2026) di Ruang Egon Lantai III Kantor Bupati Sikka. Acara tersebut juga diikuti secara virtual oleh sejumlah pejabat dari Indonesia maupun Korea Selatan.

Dalam sambutannya, Bupati Sikka menegaskan bahwa peluncuran House of Indonesiana bukan sekadar peresmian sebuah program pelatihan, melainkan langkah strategis dalam menyiapkan masa depan kebudayaan dan sumber daya manusia daerah.

“Momentum hari ini bukan hanya sekadar hari peluncuran sebuah program, tetapi hari menyalakan harapan, menguatkan kebudayaan, dan membuka jalan bagi masa depan. Budaya yang lestari akan melahirkan identitas yang kuat, masyarakat yang bermartabat, dan daerah yang berdaulat,” ujar Juventus Prima Yoris Kago.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menghadirkan ruang kreatif tersebut di Kabupaten Sikka. Menurutnya, House of Indonesiana menjadi langkah nyata dalam merawat sekaligus mengembangkan kekayaan budaya lokal agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Juventus menegaskan bahwa kebudayaan tidak boleh dipandang hanya sebagai peninggalan masa lalu. Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan budaya global, kebudayaan justru harus menjadi kekuatan sosial dan ekonomi yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kebudayaan bukan hanya warisan masa lalu, tetapi identitas, kekuatan sosial, dan sumber ekonomi masyarakat. Kita dituntut untuk mampu menjaga nilai-nilai budaya sekaligus menjadikannya relevan bagi generasi masa kini dan masa depan,” katanya.

Menurutnya, House of Indonesiana merupakan ruang strategis yang dapat mempertemukan tradisi dan inovasi. Tempat tersebut diharapkan menjadi rumah bersama bagi lahirnya berbagai gagasan kreatif, karya seni, inovasi digital, serta pengembangan produk ekonomi kreatif berbasis budaya.

“Ini bukan sekadar ruang aktivitas kreatif. Ini adalah rumah bersama bagi gagasan, karya, tradisi, dan inovasi masyarakat. Di sinilah nilai-nilai budaya dapat dirawat, diperkenalkan, dan dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati Sikka berharap keberadaan HOI mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk mencintai budaya daerahnya sendiri sekaligus menguasai teknologi kreatif modern yang dibutuhkan dalam industri global saat ini.

Program House of Indonesiana sendiri mengembangkan empat bidang pelatihan utama, yakni animasi, film dokumenter, konten mobile, serta konten edukasi seni dan budaya. Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga diarahkan untuk mampu mengangkat cerita dan identitas budaya Indonesia dalam berbagai karya kreatif yang memiliki daya saing internasional.

Sejumlah capaian program ini telah terlihat di daerah lain. Di Jakarta, House of Indonesiana telah melibatkan sekitar 480 peserta dari berbagai tingkatan pelatihan, di mana sebagian di antaranya berkontribusi dalam produksi serial animasi “BANYU”. Sementara di Makassar, sebanyak 45 peserta telah terlibat dalam pembuatan film dokumenter berjudul “The Octopus Hunter”.

Keberhasilan tersebut menjadi indikator bahwa program HOI tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelatihan, tetapi juga menjadi inkubator talenta kreatif yang mampu menghasilkan karya nyata.

Kabupaten Sikka menjadi daerah keenam yang menjadi lokasi pelaksanaan House of Indonesiana setelah Jakarta, Makassar, Badung, Jambi, dan Cirebon. Kehadiran program ini dinilai membuka peluang besar bagi generasi muda Sikka untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke tingkat yang lebih luas.

Di tengah tantangan globalisasi yang kerap menggerus identitas budaya lokal, kehadiran House of Indonesiana menjadi salah satu strategi penting untuk memastikan bahwa budaya tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah, komunitas budaya, pelaku industri kreatif, serta generasi muda, House of Indonesiana diharapkan mampu menjadi pusat lahirnya inovasi budaya yang mengangkat nama Kabupaten Sikka sebagai salah satu daerah yang berhasil memadukan pelestarian budaya dengan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Penulis: Yuven Fernandez

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *