PALOPO — BreakingNewsPost.Id-Suasana upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palopo tahun ini berlangsung lebih semarak dari biasanya. Di tengah khidmatnya prosesi resmi, Ketua DPRD Kota Palopo, Darwis, menjadi sorotan publik setelah secara lantang meneriakkan yel-yel “Hidup Provinsi Luwu Raya!” di hadapan para peserta upacara, termasuk Gubernur yang turut hadir.
Momen tersebut terjadi sesaat setelah Darwis menyelesaikan pembacaan sinopsis perjalanan panjang terbentuknya Kota Palopo. Pembacaan sejarah kota itu merupakan bagian dari rangkaian protokoler tahunan yang selalu memberikan ruang bagi Ketua DPRD untuk mengulas jejak historis Palopo sebagai daerah otonom.

Namun, pada peringatan kali ini, Darwis menutup pembacaannya dengan sesuatu yang berbeda. Ia menyampaikan pesan bernuansa politis yang kuat dengan menyerukan aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya—sebuah gagasan yang telah lama berkembang di tengah masyarakat Tana Luwu.
Seruan tersebut langsung disambut riuh tepuk tangan dan sorakan dari peserta upacara serta tamu undangan yang hadir. Suasana yang semula formal seketika berubah menjadi penuh semangat, mencerminkan adanya resonansi yang kuat terhadap aspirasi tersebut.
Usai upacara, Darwis menegaskan bahwa apa yang ia sampaikan bukanlah sekadar spontanitas tanpa makna. Menurutnya, seruan itu merupakan bentuk penyampaian amanah dari masyarakat Luwu Raya yang selama ini terus menginginkan terbentuknya provinsi baru.
“Ini adalah amanah dari masyarakat yang harus terus kita suarakan. Harapan ini sudah lama hidup dan menjadi bagian dari perjuangan bersama,” ujar Darwis kepada awak media.
Langkah Darwis tersebut dinilai sejumlah pihak sebagai tindakan yang strategis dan sarat makna. Di tengah momentum peringatan hari jadi Kota Palopo, ia tidak hanya mengajak masyarakat untuk mengenang sejarah, tetapi juga mengingatkan bahwa masih ada cita-cita besar yang belum terwujud.
Gagasan pembentukan Provinsi Luwu Raya sendiri bukanlah isu baru. Wacana ini telah bergulir selama bertahun-tahun dan menjadi bagian dari dinamika politik serta aspirasi masyarakat di wilayah Tana Luwu yang meliputi beberapa daerah di Sulawesi Selatan.
Bagi sebagian masyarakat, pembentukan provinsi baru dianggap sebagai langkah menuju pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, serta penguatan identitas kedaerahan. Momentum HUT Kota Palopo pun dinilai sebagai waktu yang tepat untuk kembali menggaungkan harapan tersebut.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bahwa peringatan hari jadi daerah tidak hanya menjadi ajang seremonial belaka, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menyuarakan aspirasi dan arah masa depan. Di tengah gema yel-yel yang menggema di lapangan upacara, tersirat harapan besar masyarakat akan terwujudnya Provinsi Luwu Raya sebagai simbol kemandirian wilayah yang lebih luas. (Ani A.P)















