Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Sorotan

Ironi Infrastruktur: Warga Pedalaman Bulo Tandu Jenazah 8 Km Lewati Hutan

6
×

Ironi Infrastruktur: Warga Pedalaman Bulo Tandu Jenazah 8 Km Lewati Hutan

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar-BreakingNewspost.id — Ketimpangan pembangunan infrastruktur kembali menjadi sorotan setelah warga di wilayah pedalaman masih harus menandu orang sakit hingga jenazah akibat keterbatasan akses jalan yang memadai.

Kondisi tersebut terjadi di sejumlah wilayah terpencil, termasuk Dusun Lakkese  lenggo kecamatan bulo kab polewali mandar provinsi Sulawesi Barat, di mana jalan yang rusak dan belum dapat dilalui kendaraan membuat mobilitas masyarakat sangat terbatas. Dalam situasi darurat, warga terpaksa mengandalkan tenaga manual untuk menjangkau fasilitas kesehatan maupun lokasi pemakaman.

Peristiwa penanduan jenazah seorang warga bernama Jusri sejauh kurang lebih 8 kilometer melintasi hutan dan sungai menjadi gambaran nyata situasi yang dihadapi masyarakat. Perjalanan yang berat dan memakan waktu itu tidak hanya menunjukkan keterisolasian wilayah, tetapi juga risiko keselamatan yang harus ditanggung warga.

Sejumlah warga menilai kondisi ini sebagai ironi di tengah pembangunan infrastruktur yang terus digencarkan di berbagai daerah. Mereka menegaskan bahwa jalan bukan sekadar sarana pendukung aktivitas ekonomi, melainkan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan keselamatan, kesehatan, pendidikan, serta nilai kemanusiaan.

“Jangan tunggu ada korban lagi baru diperhatikan. Kami juga warga negara yang berhak mendapatkan akses jalan yang layak,” ujar salah seorang warga.

Warga juga mengungkapkan bahwa kerusakan jalan kerap menghambat penanganan medis darurat. Dalam kondisi tertentu, keterlambatan akses menuju fasilitas kesehatan dinilai dapat memperburuk kondisi pasien, bahkan berpotensi mengancam keselamatan jiwa.

Di sisi lain, hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait rencana penanganan akses jalan di wilayah tersebut. Kondisi ini memunculkan desakan agar pemerintah kabupaten maupun provinsi segera memberikan perhatian serius.

Sejumlah pengamat pembangunan wilayah menilai bahwa persoalan infrastruktur di daerah terpencil kerap dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi geografis yang sulit, keterbatasan anggaran, hingga prioritas pembangunan yang belum merata. Meski demikian, akses jalan yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dinilai seharusnya menjadi prioritas utama.

Menurut mereka, langkah penanganan darurat maupun perbaikan bertahap dapat menjadi solusi awal sambil menunggu realisasi pembangunan infrastruktur secara menyeluruh.

Masyarakat berharap pemerintah dapat turun langsung meninjau kondisi di lapangan serta mengambil langkah konkret untuk memperbaiki akses jalan menuju Dusun Lakkese dan wilayah pedalaman lainnya di Kecamatan Bulo.

Bagi warga, keberadaan jalan yang layak bukan semata persoalan pembangunan fisik, tetapi juga bentuk kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat. Peristiwa yang mereka alami menjadi pengingat bahwa pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan.Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *