Luwu–BreakingNewspost.id — Kondisi infrastruktur jalan di Desa Seba-seba Timur, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, kian memprihatinkan. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi aktivitas warga justru berubah menjadi sumber bahaya, terutama saat hujan dan malam hari.
Pantauan di lapangan menunjukkan, kerusakan terjadi hampir di sepanjang ruas jalan. Lubang berukuran besar menganga dan tersebar tidak merata, menciptakan permukaan jalan yang tidak lagi layak dilalui. Saat hujan turun, lubang-lubang tersebut tertutup genangan air, sehingga sulit dikenali oleh pengendara.
“Kalau hujan, tidak kelihatan lagi mana jalan, mana lubang. Semua seperti rata, padahal itu berbahaya sekali,” ujar salah satu warga.
Kondisi ini diperparah dengan minimnya penerangan jalan umum. Pada malam hari, ruas jalan nyaris gelap total, membuat pengendara harus mengandalkan pencahayaan kendaraan semata. Situasi ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengguna sepeda motor.
“Sudah rusak, gelap lagi. Kami ini seperti dibiarkan. Jangan tunggu ada korban baru diperbaiki,” kata warga lainnya.
Bagi masyarakat setempat, jalan tersebut bukan sekadar akses biasa. Jalur ini menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas harian warga. Kerusakan yang berkepanjangan dinilai telah menghambat produktivitas dan menambah beban masyarakat.
Sejumlah warga mengaku kerap mengalami insiden, mulai dari kendaraan rusak akibat menghantam lubang hingga nyaris terjatuh saat melintas di malam hari. Rasa cemas pun menjadi bagian dari rutinitas setiap kali menggunakan jalur tersebut.
Sorotan tajam diarahkan kepada Pemerintah Kabupaten Luwu dan perwakilan legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV. Warga menilai, persoalan ini mencerminkan lemahnya perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Jangan hanya datang saat kampanye. Sekarang lihat kondisi jalan kami. Kami butuh tindakan nyata, bukan janji,” ujar seorang warga dengan nada kecewa.
Warga mendesak adanya langkah cepat, setidaknya penanganan darurat seperti penimbunan lubang serta pemasangan lampu penerangan jalan untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
Hingga kini, belum terlihat adanya upaya perbaikan signifikan. Jalan di Desa Seba-seba Timur masih dalam kondisi rusak dan minim penerangan—situasi yang terus membayangi keselamatan warga setiap hari.
Penulis: AsL















