Kupang-BreakingNewspost.id — Semangat kerahiman dan kepedulian sosial mewarnai kawasan Oebufu, Kota Kupang, pada Minggu (12/4/2026). Dalam satu hari, tiga rangkaian kegiatan sosial dan pelayanan rohani berlangsung, menghadirkan penguatan tidak hanya secara fisik, tetapi juga spiritual bagi masyarakat.
Momentum ini memperlihatkan bagaimana nilai kemanusiaan, pelayanan, dan iman berjalan beriringan—dari lingkungan panti asuhan hingga rumah-rumah warga yang tengah bergumul dengan sakit.
Kunjungan Pemerintah ke Panti Asuhan
Kegiatan diawali dengan kunjungan Kepala Biro Kabupaten Timor Tengah Utara ke Panti Asuhan Bhakti Luhur Oebufu. Kunjungan ini menjadi simbol perhatian dan dukungan terhadap karya pelayanan yang selama ini dijalankan para suster dalam merawat dan membina anak-anak panti.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan tersebut. Para pengasuh dan anak-anak menyambut dengan sukacita, mencerminkan ikatan emosional yang terbangun kuat di lingkungan panti.
Panti ini diketahui mengasuh puluhan anak, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus, yang dibimbing dengan penuh kasih dan kedisiplinan oleh para suster.
Pelayanan Komuni Kudus bagi Orang Sakit
Pada waktu yang sama, pelayanan rohani juga menjangkau warga yang tengah sakit. Suster Erika Alma melaksanakan pemberian Komuni Kudus langsung ke rumah-rumah umat.
Dalam pelayanan tersebut, ia didampingi oleh Brigita Abi dan Ibu Adel. Kehadiran mereka menjadi bentuk nyata kepedulian gereja terhadap umat yang tidak dapat hadir dalam perayaan ibadah.
Bagi umat yang menerima, Sakramen Mahakudus bukan sekadar ritual, tetapi sumber kekuatan rohani di tengah kondisi fisik yang melemah. Kehadiran ini memberi penghiburan sekaligus harapan.
Gerakan KUB Menjangkau Umat
Tidak berhenti di situ, kelompok umat basis (KUB) dari Paroki St. Petrus TDM Oebufu turut bergerak melakukan kunjungan kasih ke rumah-rumah orang sakit di lingkungan masing-masing.
Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan yang lebih personal, di mana umat tidak hanya membawa doa, tetapi juga berbagi pengalaman hidup dan memperkuat iman secara bersama.
Sejumlah warga yang dikunjungi mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan:
Mama Dorothea mengaku merasa dikuatkan dengan kehadiran para pelayan.
Adik Andre menyampaikan kebahagiaannya karena tidak merasa sendiri.
Bapak Alo menilai kunjungan tersebut membawa ketenangan dan damai di tengah kondisi sakit.
Kekuatan di Tengah Keterbatasan
Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dan pelayanan rohani masih hidup dan berjalan di tengah masyarakat. Tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar menyentuh sisi kemanusiaan yang paling mendasar.
Kebahagiaan rohani yang dirasakan para penerima kunjungan menjadi kekuatan baru dalam menghadapi keterbatasan fisik. Lebih dari itu, kehadiran para pelayan dan komunitas menjadi tanda bahwa mereka tidak sendiri dalam pergumulan.
Peristiwa ini sekaligus menegaskan bahwa nilai kerahiman—baik melalui tindakan sosial maupun pelayanan iman—masih menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Reporter: Brigita Abi















