Breakingnewspost. Id-Maumere,Suku Bu adalah salah satu Suku Lio di Flores NTT. Terletak di tengah pulau Flores yang secara administrasi pemerintah berada tepat antara Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende. Merupakan salah satu Suku di Wilayah Etnis Lio. Wilayah Suku Bu terbentang mulai dari Utara Kampung Mbaa Weka Desa Detuara perbatasan Kecamatan Lepembusu Kelisoke menuju ke Selatan Nanga Watu Merah.
Membentang dari Kampung Nuanula -Wolofai -Ndura -Wolosoko Desa Bu Barat , Desa Bu Nua Puu , Bu Utara dan Bu Watuweti Kecamatan Tanawawo sampai Tananuwa Batas Desa Detubinga dan Desa Renggarasi Kecamatan Tanawawo Sikka NTT.
Ketua Persatuan Masyarakat Adat Tana Bu ( PMATB) Yulius Herta ( 28/3/2026) menjelaskan secara administrasi wilayah adat Tanah Bu mencakup sebagian Desa Puuara, sebagian Desa Woloara, Desa Bu Tanalagu,Desa Bu Selatan, Desa Bu Barat, Desa Bu Nua Puu, Desa Bu Utara, Desa Bu Watuweti sebagian Desa Renggarasi dan Sebagian Desa Detubinga. Sebelum jaman es mencair orang asli Bu sudah mendiami wilayah Bu yang dikenal dengan “Lima Bua” Yang ciri2nya badan berbulu.
Herta menjelaskan syair adat yang biasa dilantunkan oleh Mosalaki “se mesi nuka tana laka Bu noo fai kai mai noo kowa jawa mbana raka mbotu tenda” yang artinya sejak jaman es mencair Bu bersama istrinya sudah mendiami wilayah mbotu tenda (Tananuwa). Bukti sejarah sampai saat ini tempat ritus dan kuburan Mbongga masih ada di gunung tananuwa. Generasi demi generasi dilahirkan secara turun temurun dengan sistem perladangan berpindah pindah.
Dijelaskan Herta lagi sejak jaman Ndori Pande mereka sudah mulai mengenal sistem perladangan menetap dan membangun pemukiman di Niopanda yang sekarang di kenal dengan kampung Wolobela di Desa Bu Nua Puu Kabupaten Sikka NTT.
“Ritus merawat benda Pusaka warisan leluhur adat tanah Bu
menjadi kewajiban bagi kami yang tinggal dan menjaga harta benda pusaka warisan adat budaya tanah Bu di rumah adat Tanah Bu di Wolobela Desa Bu Nua Puu Kecamatan Tanawawo Kabupaten Sikka NTT untuk merawat harta benda pusaka budaya ritus bagi masyarakat adat Tanah Bu, “kata Herta.
Seturut kebiasaan adat jelas Herta lagi maka menjelang ritus besar Ka Uwi sebagai mosalaki yang menempati rumah adat suku Bu di Wolobela, tentunya mempersiapkan segala hal berkenaan penyelenggaraan ritus adat KaUwi sebagai bentuk syukur atas keberadaan masyarakat adat suku Bu dan hasil panen.
“Salah satu aktivitas adalah membersihkan atau memandikan benda pusaka suku Bu di rumah adat Suku Bu.
Seluruh benda harta pusaka Suku dimandikan dengan proses ritus minta izin untuk memandikan, ” pungkas Herta.
Yuven Fernandez















