Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pemerintah

Kunjungan Gubernur Maluku Utara di Haltim: Momen Haru Perkuat Seruan Percepatan Penanganan Stunting

11
×

Kunjungan Gubernur Maluku Utara di Haltim: Momen Haru Perkuat Seruan Percepatan Penanganan Stunting

Sebarkan artikel ini

HALMAHERA TIMUR-BreakingNewspost.id — Kunjungan kerja Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, ke Desa Gulapapo, Kabupaten Halmahera Timur, Kamis (5/3/2026), menghadirkan gambaran nyata tentang tantangan kesehatan yang masih dihadapi masyarakat di wilayah terpencil.

Di sela agenda kunjungan, perhatian Gubernur tertuju pada seorang anak berusia tiga tahun yang tampak dalam kondisi kurus dan belum mampu berbicara. Temuan tersebut memantik keprihatinan sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan stunting belum sepenuhnya tertangani secara merata.

Kondisi itu, menurut sejumlah tenaga kesehatan di daerah, kerap berkaitan dengan keterbatasan akses layanan kesehatan, pemenuhan gizi yang belum optimal, serta minimnya edukasi kesehatan di tingkat keluarga. Wilayah desa yang terpencil juga menjadi faktor penghambat dalam distribusi layanan dan program intervensi pemerintah.

Merespons situasi tersebut, Gubernur Sherly menegaskan pentingnya langkah cepat dan terintegrasi dalam penanganan stunting. Ia menilai upaya penanggulangan tidak cukup hanya melalui program administratif, tetapi harus menyentuh langsung masyarakat hingga ke tingkat desa.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan laporan. Harus melihat langsung kondisi di lapangan agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” menjadi penekanan dalam kunjungan tersebut.

Kehadiran pemerintah daerah secara langsung di tengah masyarakat dinilai penting untuk memastikan bahwa layanan kesehatan dasar, termasuk pemantauan tumbuh kembang anak, dapat berjalan efektif. Selain itu, penguatan peran puskesmas dan tenaga kesehatan di desa menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan stunting.

Di sisi lain, pengamat kebijakan publik menilai bahwa persoalan stunting tidak bisa diselesaikan secara sektoral. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tenaga medis, hingga peran aktif masyarakat dalam menjaga pola asuh dan pemenuhan gizi anak.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan bahwa penanganan stunting menjadi agenda prioritas yang membutuhkan konsistensi kebijakan dan keberlanjutan program. Terlebih, isu ini berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah daerah diharapkan tidak hanya memperoleh gambaran riil kondisi masyarakat, tetapi juga mampu merumuskan langkah konkret yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga, khususnya di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Upaya percepatan penanganan stunting pun menjadi krusial agar setiap anak mendapatkan hak yang sama untuk tumbuh sehat, berkembang optimal, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Marnisto gula

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *