Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pertanian

Lahan Pertanian Terbengkalai, Sungai Kacci Mengering: Di Mana Keadilan bagi Petani?

3
×

Lahan Pertanian Terbengkalai, Sungai Kacci Mengering: Di Mana Keadilan bagi Petani?

Sebarkan artikel ini

SOPPENG | BreakingNewspost.id — Sungai Kacci di Dusun Peppa’e, Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, mengering pada Selasa (15/9/2027). Kondisi itu membuat petani kesulitan memperoleh air dan mengancam produktivitas lahan pertanian.

Bagi petani, keringnya Sungai Kacci bukan sekadar persoalan debit air yang menurun. Ketika sumber air menghilang, lahan berisiko tidak ditanami, musim tanam dapat tertunda, dan biaya produksi berpotensi meningkat.

Kondisi tersebut menempatkan petani pada persoalan yang lebih mendasar: bagaimana mempertahankan lahan tetap produktif ketika sumber air utama mengering?

Petani membutuhkan sumber air yang pasti. Namun, solusi pengairan di kawasan tersebut masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah desa dan instansi teknis terkait.

Pertanyaan kemudian mengarah pada kesiapan pemerintah menghadapi kekeringan. Apakah pemerintah telah menyiapkan sumber air alternatif, pompanisasi, jaringan irigasi, atau langkah lain untuk memastikan lahan petani tetap dapat digarap?

Pemerintah daerah melalui instansi terkait perlu menjelaskan kondisi Sungai Kacci berdasarkan data lapangan, luas lahan terdampak, serta program penanganan yang tersedia. Penjelasan itu penting untuk memastikan persoalan kekeringan tidak hanya dilihat sebagai fenomena alam, tetapi juga sebagai persoalan ketahanan produksi dan keberlanjutan usaha tani.

Bagi petani, air bukan sekadar pelengkap kegiatan pertanian. Air menjadi syarat utama untuk mengolah dan mempertahankan produktivitas lahan.

Ketika Sungai Kacci mengering dan lahan mulai tidak tergarap, persoalannya bukan lagi semata-mata kapan hujan turun. Persoalan yang harus dijawab adalah siapa yang memastikan petani tetap memiliki akses terhadap air agar lahan mereka tidak terbengkalai?

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *