LUWU-BreakingNewspost.id — Dalam dunia politik, tidak setiap perjuangan berakhir dengan kemenangan. Namun, setiap langkah yang ditempuh dengan niat pengabdian akan meninggalkan jejak, pengalaman, dan kenangan yang membekas di tengah masyarakat. Hal itulah yang tergambar dalam perjalanan politik Dr. H. Husmaruddin, S.E., M.M. (HMD), sosok yang lebih dikenal masyarakat dengan julukan “Anak Desa”.
Bagi masyarakat Kabupaten Luwu, nama HMD bukanlah sosok yang asing. Ia dikenal sebagai figur yang lahir dan tumbuh dari lingkungan masyarakat sederhana, memahami kehidupan pedesaan, serta merasakan langsung berbagai persoalan yang dihadapi rakyat. Dari latar belakang itulah lahir semangat pengabdian yang kemudian membawanya menapaki perjalanan panjang di dunia politik dan pelayanan publik.
Perjalanan tersebut tidak dibangun dalam waktu singkat. Melalui proses yang panjang, HMD mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Luwu. Dari posisi itu, ia dikenal aktif memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat serta mendorong program pembangunan yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
Kepercayaan publik kemudian kembali mengantarkannya menjadi Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan selama dua periode. Amanah tersebut menjadi bukti besarnya dukungan masyarakat terhadap sosok yang dikenal dekat dengan rakyat dan konsisten memperjuangkan kepentingan daerah.
Selama menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, HMD dikenal memiliki perhatian terhadap berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, pertanian, perkebunan, pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga pengembangan sumber daya manusia. Berbagai kebutuhan yang lahir dari desa-desa berusaha diperjuangkannya agar masuk dalam agenda pembangunan yang nyata dan berkelanjutan.
Namun bagi banyak masyarakat, kekuatan utama HMD bukan semata-mata terletak pada pengalaman politiknya. Kedekatan dengan rakyat menjadi nilai yang paling sering disebut. Dalam berbagai kesempatan, ia tetap hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, menerima masukan, dan menjaga komunikasi dengan berbagai kalangan.
Karena itulah julukan “Anak Desa” bukan sekadar sebutan. Julukan tersebut menjadi simbol perjalanan hidup seorang tokoh yang tidak pernah melupakan akar kehidupannya dan tetap menjaga hubungan dengan masyarakat yang telah membersamainya selama bertahun-tahun.
Pada periode 2022–2024, HMD menjadi salah satu figur yang dipersiapkan untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Bupati Luwu. Kehadirannya saat itu mendapat perhatian luas dari masyarakat yang menilai pengalaman, kapasitas, dan rekam jejak pengabdiannya layak diperhitungkan dalam pesta demokrasi daerah.
Dalam proses tersebut, banyak relawan, simpatisan, tokoh masyarakat, pemuda, hingga berbagai elemen masyarakat yang turut bergerak memberikan dukungan. Salah satu yang mengikuti secara langsung perjalanan tersebut adalah Muh. Bahrum.
Menurut Bahrum, perjalanan bersama HMD menjadi pengalaman yang sulit dilupakan karena ia menyaksikan langsung besarnya harapan masyarakat terhadap sosok yang dikenal sebagai Anak Desa itu.
“Saya menjadi saksi bagaimana antusiasme masyarakat ketika nama Pak HMD mulai diperbincangkan sebagai bakal calon Bupati Luwu. Di banyak tempat yang kami kunjungi, masyarakat menyampaikan harapan besar kepada beliau. Mereka melihat sosok yang berpengalaman, memahami kondisi masyarakat, dan memiliki kedekatan yang telah lama terbangun dengan rakyat,” ujar Bahrum.
Ia menilai dukungan yang muncul saat itu lahir dari rekam jejak panjang yang telah dibangun HMD selama bertahun-tahun mengabdi kepada daerah.
“Pak HMD bukan figur yang muncul karena momentum sesaat. Beliau telah lama mengabdi. Pernah menjadi Wakil Ketua DPRD Luwu dan dua periode menjadi Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Itulah yang membuat masyarakat mengenal dan menaruh kepercayaan kepada beliau,” katanya.
Meski demikian, perjalanan politik tersebut pada akhirnya tidak dapat berlanjut ke tahapan berikutnya karena dukungan partai politik yang dimiliki belum memenuhi persyaratan pencalonan.
Bagi Bahrum, kondisi tersebut tidak mengurangi nilai perjuangan maupun kepercayaan masyarakat terhadap HMD.
“Kalau berbicara soal akseptabilitas dan popularitas, saya kira tidak perlu diragukan lagi. Masyarakat Luwu tahu siapa Pak HMD dan bagaimana perjalanan pengabdiannya selama ini. Beliau tetap menjadi salah satu figur yang memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap pada momentum politik mendatang, HMD dapat kembali memperoleh kesempatan untuk melanjutkan perjuangannya.
“Harapan saya, semoga pada tahun 2029 beliau mendapatkan dukungan politik yang cukup sehingga bisa melanjutkan perjuangan hingga seluruh tahapan demokrasi. Saya percaya masih banyak masyarakat yang berharap dan menantikan kehadiran beliau dalam kontestasi politik mendatang,” tambahnya.
Pandangan serupa disampaikan Asrul. Menurutnya, HMD merupakan salah satu tokoh yang memiliki pengalaman dan kapasitas yang tidak perlu diragukan.
“Pak HMD adalah sosok yang tumbuh dari masyarakat dan mengabdikan dirinya untuk masyarakat. Pengalaman beliau di dunia legislatif menjadi modal besar yang tidak dimiliki semua orang. Beliau memahami kebutuhan masyarakat dan memiliki pengalaman panjang dalam memperjuangkan kepentingan daerah,” ujarnya.
Asrul menilai salah satu faktor yang membuat HMD tetap mendapat tempat di hati masyarakat adalah kesederhanaan dan kemampuannya membangun komunikasi dengan rakyat.
“Beliau dikenal dekat dengan masyarakat. Banyak warga merasa nyaman berkomunikasi dengan beliau karena selama ini beliau selalu hadir dan mendengarkan aspirasi. Kedekatan seperti itu tidak lahir dalam satu atau dua tahun, melainkan dibangun melalui proses panjang dan konsistensi,” katanya.
Menurut Asrul, perjalanan politik yang sempat terhenti bukanlah akhir dari segalanya.
“Dalam politik ada saatnya berhasil dan ada saatnya menunggu momentum yang tepat. Yang terpenting adalah tetap menjaga komitmen pengabdian kepada masyarakat. Dan saya melihat semangat itu masih ada dalam diri Pak HMD,” ungkapnya.
Bagi banyak masyarakat Tanah Luwu, perjalanan HMD menjadi gambaran tentang seorang putra daerah yang memulai langkah dari desa, tumbuh bersama rakyat, dan terus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi daerahnya.
Meskipun langkah politiknya pada periode sebelumnya belum mencapai tahapan akhir, nama Dr. H. Husmaruddin, S.E., M.M. atau HMD tetap menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam dinamika politik daerah. Pengalaman, pengabdian, kedekatan dengan masyarakat, serta rekam jejak yang dimilikinya menjadi modal sosial yang terus melekat.
Perjuangan mungkin pernah tertunda, tetapi harapan belum pernah padam. Bagi banyak masyarakat yang mengenal perjalanan hidupnya, HMD tetap menjadi simbol pengabdian, kedekatan dengan rakyat, dan harapan untuk masa depan Tanah Luwu yang lebih baik.
Asl















