Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Misa Malam Paskah di Stasi Maria Perumnas Maumere, Umat Diajak Bangkit Bersama dalam Iman dan Perjuangan

49
×

Misa Malam Paskah di Stasi Maria Perumnas Maumere, Umat Diajak Bangkit Bersama dalam Iman dan Perjuangan

Sebarkan artikel ini

Maumere-BreakingNewspost.id —Misa Malam Paskah yang digelar di Stasi Maria Perumnas Maumere pada Sabtu (4/4/2026) petang berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Perayaan ini mengusung tema “Komunitas Basis Gerejani: Bangkit Bersama dalam Iman dan Perjuangan” dan dipimpin oleh Pastor Paroki Katedral St. Yosef Maumere, RD Ephivanus Markus Nale Rimo.

Dalam pengantar liturgi, komentator mengajak umat untuk menghayati Paskah bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan sebagai momentum pembaruan iman yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Terang Lilin Paskah yang diberkati dimaknai sebagai simbol kehadiran Kristus yang menghalau kegelapan dosa dan maut, sekaligus mengundang umat untuk bangkit dari keputusasaan, egoisme, dan ketidakpedulian menuju kehidupan baru yang penuh harapan.

Rangkaian perayaan diawali dengan Upacara Cahaya melalui pemberkatan api baru. Setelah itu, Lilin Paskah diarak ke hadapan imam. Imam kemudian mengukir tanda salib pada lilin tersebut serta menuliskan huruf Yunani Alfa di bagian atas dan Omega di bagian bawah, sebagai lambang Kristus, awal dan akhir dari segala sesuatu.

Gulingkan Batu Kubur Bersama-Sama

Dalam homilinya, Romo Epi—sapaan akrab RD Ephivanus Markus Nale Rimo—mengajak umat untuk “menggulingkan batu kubur” secara bersama-sama. Ia menjelaskan bahwa batu tersebut melambangkan berbagai beban kehidupan seperti rasa takut, keputusasaan, konflik sosial, serta dosa yang dapat menghancurkan harapan manusia.

“Komunitas Basis Gerejani dituntut untuk bergotong royong dan saling mendukung dalam menghadapi persoalan yang tidak dapat diselesaikan sendiri, seperti batu besar yang menutup kubur,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebangkitan Kristus menjadi sumber kekuatan bagi umat untuk menjalani kehidupan tanpa rasa takut. Paskah, menurutnya, merupakan tanda bahwa Tuhan yang bangkit senantiasa hadir mendampingi umat dalam menyingkirkan berbagai rintangan hidup.

Perayaan berlangsung khusyuk dan meriah, didukung oleh paduan suara dari Lingkungan Santo Paulus Perumnas yang dipimpin dirigen Anisa dan organis Yanto Hayon. Penampilan koor yang membawakan lagu-lagu liturgi dengan merdu mendapat apresiasi dari umat yang hadir.

“Perayaan Malam Paskah ini sungguh sempurna. Berlangsung meriah dan didukung oleh koor yang sangat baik,” ungkap Romo Epi, disambut aplaus panjang dari umat.

Misa Malam Paskah ini menjadi momentum penting bagi umat untuk memperkuat iman sekaligus mempererat solidaritas dalam kehidupan menggereja, khususnya di tingkat Komunitas Basis Gerejani.

Yuven Fernandez

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *