Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Pembangunan Gereja Stasi Oemeu Kembali Bergerak Sempat Terhenti Tiga Bulan, Semangat Umat Bangkit Wujudkan Rumah Doa

49
×

Pembangunan Gereja Stasi Oemeu Kembali Bergerak Sempat Terhenti Tiga Bulan, Semangat Umat Bangkit Wujudkan Rumah Doa

Sebarkan artikel ini

KEFAMENANU, TTU-BreakingNewspost.id — Harapan panjang umat Stasi Santo Petrus Oemeu, Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Noemuti, untuk memiliki rumah ibadah yang layak kembali menemukan jalannya. Setelah sempat terhenti akibat keterbatasan anggaran, pembangunan gereja kini kembali dilanjutkan dengan semangat baru.

Ketua panitia pembangunan, Johanes Rusae, S.Ag, kepada jurnalis Brigita Abi menjelaskan bahwa proses pembangunan telah berjalan secara bertahap sejak awal.

Tahap pertama berupa pekerjaan fondasi telah diselesaikan, kemudian dilanjutkan dengan tahap kedua yakni pengecoran tiang. Kedua tahapan tersebut rampung pada Januari 2026.

Namun, di tengah perjalanan, pembangunan menghadapi kendala serius.

“Pembangunan sempat berhenti karena keterbatasan anggaran. Selama tiga bulan tidak ada aktivitas,” ungkap Johanes Rusae.

Tahap Ketiga Dimulai, Target Delapan Bulan

Memasuki Senin, 13 April 2026, pembangunan kembali dilanjutkan ke tahap ketiga. Pekerjaan difokuskan pada pembangunan basemen sisi kiri dan kanan serta bagian balkon gereja.

Panitia menargetkan seluruh pekerjaan pada tahap ini dapat diselesaikan dalam kurun waktu delapan bulan ke depan, dengan harapan tidak ada lagi hambatan berarti.

Gotong Royong Jadi Nafas Pembangunan

Di balik keterbatasan, kekuatan utama justru datang dari kebersamaan umat. Stasi Oemeu yang mencakup sembilan lingkungan di tiga wilayah—Oeperigi, Popnam, dan Seo—menunjukkan solidaritas yang kuat.

Pendanaan pembangunan tidak hanya mengandalkan uang tunai, tetapi juga dukungan material. Empat dusun secara sukarela menyumbangkan kayu bulat untuk kebutuhan bagesting, masing-masing sebanyak 100 batang.

Desa Oeperigi: 2 dusun (200 batang kayu)

Desa Seo: 2 dusun (200 batang kayu)

Sementara itu, biaya transportasi ditanggung oleh panitia sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

“Kerja sama antara umat dan panitia sangat baik. Semua terlibat sesuai kemampuan masing-masing,” ujar Johanes.

Mimpi Besar Umat Stasi Oemeu

Dengan jumlah umat yang tersebar di sembilan lingkungan, kebutuhan akan gereja yang representatif menjadi semakin mendesak. Selama ini, keterbatasan ruang menjadi tantangan tersendiri dalam kegiatan ibadah.

Karena itu, pembangunan gereja bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud nyata dari iman, harapan, dan kerinduan umat akan rumah doa yang layak.

Dukungan Terus Diharapkan

Ketua panitia menegaskan bahwa pembangunan masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik dalam bentuk doa maupun bantuan materi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu, termasuk peran media dalam memperluas informasi kepada para donatur di luar daerah.

“Seperti tetesan air, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi banyak. Begitulah sumbangan umat dan orang-orang baik, akhirnya menjadi kekuatan besar,” tutupnya penuh harap.

Semangat gotong royong yang terus terjaga menjadi harapan bahwa pembangunan gereja ini dapat selesai tepat waktu dan menjadi berkat bagi seluruh umat.

Reporter: Brigita Abi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *