Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Pemkab Pulau Morotai Terima Kunjungan Embassy of Japan dan UNDP Indonesia Bahas Implementasi Proyek SeaBLUE

13
×

Pemkab Pulau Morotai Terima Kunjungan Embassy of Japan dan UNDP Indonesia Bahas Implementasi Proyek SeaBLUE

Sebarkan artikel ini

Morotai&Breakingnewspost — 4 Maret 2026 — Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menerima kunjungan Konselor Ekonomi Embassy of Japan to Indonesia bersama Resident Representative United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia dalam rangka implementasi Proyek SeaBLUE. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Pulau Morotai, Rabu (4/3/2026)..

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung pengembangan ekonomi biru (blue economy) yang berkelanjutan di wilayah pesisir dan kepulauan, khususnya di Kabupaten Pulau Morotai. Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai langkah strategis pelaksanaan Proyek SeaBLUE yang difokuskan pada pemberdayaan nelayan skala kecil.

Program SeaBLUE dirancang untuk memperkuat kapasitas nelayan melalui penerapan teknologi ramah lingkungan, penguatan kelembagaan dan usaha perikanan, serta peningkatan akses pasar. Melalui pendekatan ini, diharapkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan dapat meningkat tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan laut..

Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menyambut baik dukungan dari Pemerintah Jepang dan UNDP Indonesia. Sinergi ini dinilai sangat penting dalam mendorong transformasi sektor kelautan dan perikanan agar lebih modern, efisien, dan berdaya saing, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut sebagai aset utama daerah.

Selain agenda pertemuan, rombongan dijadwalkan melanjutkan kunjungan lapangan pada Kamis (5/3/2026) ke Pulau Galo-Galo untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat nelayan serta potensi pengembangan program di lapangan.

Melalui implementasi Proyek SeaBLUE, Morotai diharapkan semakin kokoh sebagai daerah kepulauan yang unggul, adil, dan sejahtera, dengan ekonomi berbasis kelautan yang berkelanjutan dan inklusif.Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *