WALMAS-BreakingNewspost.id — Aksi kekerasan yang melibatkan penggunaan busur panah kembali terjadi di wilayah Kabupaten Luwu. Seorang remaja berinisial FM (16) menjadi korban pembusuran oleh orang tak dikenal saat sedang berkumpul bersama teman-temannya di Desa Seba-Seba, Kecamatan Walenrang Timur.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam (8/3/2026) sekitar pukul 23.00 WITA di Dusun Walempa. Saat itu, korban yang masih berstatus pelajar sedang duduk santai bersama beberapa rekannya di depan sebuah masjid di desa tersebut.
Suasana malam yang awalnya tenang tiba-tiba berubah ketika dua orang pemuda yang berboncengan menggunakan sepeda motor melintas di sekitar lokasi. Kedua pengendara tersebut terlihat memainkan gas motor berulang kali sehingga menimbulkan suara bising yang cukup mengganggu.
Korban bersama teman-temannya kemudian mencoba menegur dan mengusir kedua pengendara tersebut agar tidak membuat keributan di sekitar tempat ibadah. Namun situasi justru berubah menjadi insiden yang tidak terduga.
Tidak lama setelah itu, sebuah anak panah yang ditembakkan menggunakan busur tiba-tiba meluncur dan mengenai bagian pipi kanan korban. Serangan tersebut membuat korban langsung mengalami luka dan kepanikan pun terjadi di lokasi kejadian. Setelah melancarkan aksinya, pelaku langsung melarikan diri meninggalkan tempat kejadian.
Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Laporan resmi dibuat oleh Ririn yang merupakan kakak korban sekaligus anggota Polri. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/35/III/2026/SPKT/Polsek Walenrang/Polres Luwu/Polda Sulawesi Selatan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat Polsek Walenrang segera bergerak melakukan penyelidikan. Polisi juga langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan keterangan saksi serta mengamankan sejumlah petunjuk yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Kapolsek Walenrang, AKP Abdul Azis, S.H mengatakan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung memerintahkan Unit Reskrim untuk melakukan penelusuran guna mengungkap pelaku.
“Setelah menerima laporan dari keluarga korban, kami langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan serangkaian penyelidikan. Dari hasil pengumpulan informasi di lapangan, identitas pelaku akhirnya berhasil kami ketahui,” ujar AKP Abdul Azis.
Dari hasil penyelidikan tersebut, polisi memperoleh informasi bahwa pelaku pembusuran adalah seorang pemuda berinisial ZU (18) yang diketahui berdomisili di Kelurahan Mancani, Kota Palopo.
Tidak menunggu lama, tim gabungan yang terdiri dari personel Unit Reskrim Polsek Walenrang bersama Unit Intel Polres Luwu langsung bergerak menuju kediaman pelaku.
Operasi penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Walenrang AKP Abdul Azis. Polisi kemudian mendatangi rumah orang tua pelaku yang berada di Lingkungan Batu, Kelurahan Mancani.
Pada Senin malam (9/3/2026) sekitar pukul 23.30 WITA, aparat kepolisian akhirnya berhasil mengamankan pelaku di rumah tersebut.
Saat dilakukan penangkapan, pelaku tidak melakukan perlawanan sehingga proses pengamanan berjalan lancar.
Setelah diamankan, pelaku kemudian menjalani pemeriksaan awal oleh pihak kepolisian. Dalam proses interogasi tersebut, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.
“Dalam interogasi awal, pelaku mengakui telah melakukan pembusuran terhadap korban. Ia juga menunjukkan kepada petugas lokasi tempat menyembunyikan barang bukti,” jelas AKP Abdul Azis.
Pelaku diketahui menyembunyikan barang bukti dengan cara menanamnya di dalam kandang ayam miliknya agar tidak mudah ditemukan.
Dari lokasi tersebut, polisi kemudian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah ketapel busur serta sepuluh anak panah yang diduga digunakan dalam aksi pembusuran tersebut.
Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Walenrang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Pihak kepolisian juga masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini guna mengetahui kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Kapolsek Walenrang menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas setiap bentuk kekerasan yang meresahkan masyarakat, khususnya yang melibatkan penggunaan busur panah yang belakangan ini sering menimbulkan korban di kalangan remaja.
“Kami masih melakukan pengembangan untuk memastikan apakah ada pihak lain yang turut terlibat dalam kejadian ini. Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya demi mencegah kejadian serupa kembali terulang,” tutupnya.
Liputan: AsruL













