Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

SLB Negeri Nitsae TTU Berjuang di Tengah Keterbatasan, Akses Jalan dan Listrik Jadi Kebutuhan Mendesak

47
×

SLB Negeri Nitsae TTU Berjuang di Tengah Keterbatasan, Akses Jalan dan Listrik Jadi Kebutuhan Mendesak

Sebarkan artikel ini

KEFAMENANU-BreakingNewspost.id — Semangat pengabdian para guru di SLB Negeri Nitsae tetap menyala meski sekolah itu masih menghadapi berbagai keterbatasan sarana dan prasarana. Sekolah yang beralamat di Jalan Timor Raya KM 12, Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara itu kini berharap perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

Hal itu disampaikan Kepala Sekolah Florida Perigrina Bere saat menerima kunjungan Kepala Perwakilan NTT BreakingNewsPost.id, Bergita Abi, Jumat (22/5/2026).

Perempuan yang akrab disapa Rida itu menjelaskan, jumlah peserta didik di sekolah tersebut terus mengalami peningkatan setiap tahun. Pada 2023 tercatat sebanyak 22 siswa, meningkat menjadi 29 siswa pada 2024, kemudian 30 siswa pada 2025, dan tahun 2026 mencapai 31 siswa.

“Sekolah kami mencakup semua jenjang pendidikan, mulai dari SDLB, SMPLB hingga SMALB,” ujar Rida.

Ia menjelaskan, saat ini sekolah memiliki 14 tenaga guru dan dua tenaga pendukung yang terdiri dari seorang petugas kebersihan serta penjaga sekolah. Dengan jumlah rombongan belajar sebanyak 14 kelas, para guru harus melayani siswa dengan lima kategori ketunaan, yakni tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, autis, dan down syndrome.

Menurutnya, program unggulan sekolah difokuskan pada pengembangan kemandirian dan keterampilan siswa. Selain terapi terpadu sesuai jenis ketunaan, sekolah juga memperkuat literasi adaptif, pendidikan karakter, serta pengembangan bakat melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti musik, seni, olahraga, dan kegiatan keagamaan.

“Tujuannya agar anak-anak memiliki bekal hidup mandiri sesuai kemampuan dan bakat mereka,” katanya.

Namun di balik berbagai upaya tersebut, sekolah masih menghadapi keterbatasan tenaga ahli pendamping. Saat ini hanya kepala sekolah yang berlatar belakang pendidikan luar biasa, sementara guru lainnya berasal dari pendidikan umum yang telah mengikuti berbagai pelatihan ketunaan bersertifikat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui bidang PKLK atau Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus.

Meski dengan keterbatasan, siswa-siswi SLB Negeri Nitsae tetap mampu menorehkan prestasi. Pada 2023, siswa berhasil meraih juara pertama lomba lompat jauh putra dan putri tunagrahita serta juara pertama lompat jauh putri tunarungu pada ajang tingkat MKKS SLB Kabupaten TTU dan TTS di Niki-Niki.

Tahun 2024, sekolah kembali meraih juara pertama lomba baca puisi tunadaksa pada ajang O2SN dan FLS2N tingkat MKKS di Soe. Sementara pada 2025, siswa SLB Negeri Nitsae meraih juara pertama lomba melukis tunarungu pada ajang FLS3N tingkat MMKS di Soe. Tahun 2026, prestasi kembali diraih melalui juara dua lomba menyanyi solo kategori autis dalam ajang O2SN dan FLS3N tingkat MMKS di Atambua.

Selain kegiatan belajar di sekolah, pihak SLB Negeri Nitsae juga menjalankan program kunjungan rumah bagi siswa yang terkendala jarak. Program itu dilakukan karena belum tersedianya fasilitas asrama, sementara sebagian siswa tinggal jauh dari sekolah.

Rida mengungkapkan, ada dua kebutuhan mendesak yang saat ini sangat dibutuhkan sekolah, yakni akses jalan menuju sekolah yang rusak dan belum tersedianya aliran listrik.

“Listrik sangat penting karena sekarang semua kegiatan pendidikan sudah berbasis IT dan online. Kami berharap kebutuhan ini bisa diperhatikan,” ujarnya.

Ia berharap kunjungan media dapat membantu menyuarakan kondisi sekolah demi mendukung pelayanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kaperwil NTT BreakingNewsPost.id, Bergita Abi, menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap mengabdi dengan penuh ketulusan dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus.

“Pengabdian para guru di sini luar biasa. Mereka melayani dengan hati demi masa depan anak-anak dan bangsa,” ujar Bergita memberi motivasi kepada kepala sekolah dan para tenaga pendidik.

Bergitha abi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *