Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDAERAH

Tanpa Pemberitahuan, Distribusi Air PDAM Terhenti di Abbanuange “apa kabar PDAM?

73
×

Tanpa Pemberitahuan, Distribusi Air PDAM Terhenti di Abbanuange “apa kabar PDAM?

Sebarkan artikel ini

SOPPENG-Breakingnewspost.id — Gangguan distribusi air bersih kembali terjadi di Desa Abbanuange, Kabupaten Soppeng. Sejak Rabu pagi, 5 Maret 2026, aliran air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dilaporkan tidak mengalir tanpa pemberitahuan resmi kepada pelanggan.

Ketiadaan informasi, baik melalui situs web maupun kanal media sosial resmi PDAM, memicu keresahan warga. Sejumlah pelanggan mengaku tidak menerima pemberitahuan terkait gangguan teknis, perbaikan jaringan, ataupun estimasi waktu normalisasi layanan.

“Biasanya ada pengumuman kalau mau ada perbaikan. Sekarang tidak ada informasi apa-apa. Tiba-tiba air mati,” ujar seorang warga Desa Abbanuange, Rabu (5/3/2026).

Bagi masyarakat di wilayah pedesaan seperti Abbanuange, air bersih bukan sekadar layanan rutin, melainkan kebutuhan dasar yang menopang aktivitas harian—mulai dari memasak, mandi, hingga mencuci. Gangguan mendadak memaksa warga membeli air galon atau mencari sumber air alternatif yang jaraknya tidak dekat. Kondisi ini menambah beban pengeluaran rumah tangga di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Dampak serupa dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah pemilik usaha kuliner mengaku kesulitan beroperasi karena pasokan air terhenti tanpa kepastian waktu pemulihan. Beberapa di antaranya terpaksa mengurangi jam operasional, yang berimbas pada penurunan pendapatan harian.

Arifin, tokoh masyarakat Desa Abbanuange, menilai persoalan utama bukan semata pada gangguan teknis, melainkan pada minimnya transparansi informasi dari manajemen PDAM. Menurut dia, di era digital saat ini, penyampaian pemberitahuan secara cepat dan terbuka merupakan bagian dari standar pelayanan publik yang semestinya dipenuhi badan usaha milik daerah.

“Kalau memang ada kerusakan atau perbaikan, sampaikan secara resmi. Jangan sampai masyarakat dibiarkan bertanya-tanya,” kata Arifin.

Menurut sejumlah warga, krisis komunikasi seperti ini kerap berdampak lebih luas dibanding gangguan teknis itu sendiri. Ketidakjelasan informasi berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi penyedia layanan dasar yang seharusnya hadir menjamin kebutuhan pokok warga.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PDAM Kabupaten Soppeng terkait penyebab gangguan maupun jadwal normalisasi distribusi air di Desa Abbanuange. Warga berharap manajemen segera memberikan klarifikasi terbuka—apa yang sebenarnya terjadi dan kapan layanan kembali normal—agar keresahan tidak terus berlarut.Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *