Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Toleransi yang Menginspirasi: Remaja Masjid Nurul Jadid Babau Bangun Kebersamaan Lintas Iman

4
×

Toleransi yang Menginspirasi: Remaja Masjid Nurul Jadid Babau Bangun Kebersamaan Lintas Iman

Sebarkan artikel ini

Kupang-Semangat toleransi kembali ditunjukkan generasi muda di Nusa Tenggara Timur. Remaja Masjid Nurul Jadid Babau, Kabupaten Kupang, membagikan air minum kepada para pemuda GMIT yang mengikuti prosesi Paskah pada Senin (6/4/2026) pagi.

Aksi sederhana namun sarat makna ini berlangsung di tengah jalannya prosesi Paskah, di mana para peserta, termasuk pemeran Yesus, menerima air minum dari remaja masjid. Kehadiran mereka disambut hangat oleh masyarakat yang menyaksikan.

Ustadz Ibrahim Ali Bahmid menilai, tindakan tersebut mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan persaudaraan yang hidup di tengah masyarakat Nusa Tenggara Timur, yang kerap dijuluki “Bumi Cendana”.

“Aksi ini menunjukkan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk saling membantu. Justru di situlah nilai persaudaraan kita diuji,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari kalangan umat Kristen yang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka menilai aksi ini sebagai simbol nyata kerukunan antarumat beragama yang telah lama terjalin.

“Kami sangat mengapresiasi. Ini bukti bahwa kita adalah satu keluarga besar dalam keberagaman,” ungkap salah seorang orang tua peserta prosesi.

Hal senada disampaikan seorang pemuda Kristen asal Babau. Ia menegaskan bahwa praktik toleransi seperti ini bukanlah hal baru di lingkungan mereka.

“Ini sudah sering dilakukan, bukan hanya saat Paskah. Saat hari raya umat Islam, kami juga ikut membantu, bahkan menjaga keamanan di sekitar masjid,” katanya.

Ia menambahkan, hubungan antarwarga di Babau dibangun atas dasar persaudaraan, bukan sekadar perbedaan identitas.

“Kita memang berbeda agama, tapi tidak berbeda dalam kasih. Kami menjaga kerukunan ini sebagai bagian dari kehidupan bersama di Flobamora,” ujarnya.

Lebih dari sekadar aksi sosial, kegiatan ini juga dinilai memiliki nilai edukatif bagi generasi muda. Melalui keterlibatan langsung, para remaja belajar tentang pentingnya empati, menghargai perbedaan, serta membangun hubungan harmonis dalam masyarakat majemuk.

Peran remaja dalam kegiatan lintas iman seperti ini menjadi penting, tidak hanya sebagai simbol toleransi, tetapi juga sebagai fondasi dalam membentuk karakter generasi yang inklusif, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan.

Apa yang dilakukan Remaja Masjid Nurul Jadid Babau menjadi contoh bahwa toleransi tidak selalu harus diwujudkan dalam tindakan besar. Justru dari langkah-langkah sederhana, nilai persaudaraan dapat tumbuh dan mengakar kuat di tengah masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan sosial, aksi seperti ini menjadi pengingat bahwa harmoni dan kebersamaan tetap bisa dijaga. Nusa Tenggara Timur kembali menunjukkan dirinya sebagai ruang hidup yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan persaudaraan.

Reporter: Yohanes Tafaib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *