Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaSorotan

Wajah Ekonomi Tercoreng Sampah, Publik Tagih Langkah Nyata Pemkab Polman

53
×

Wajah Ekonomi Tercoreng Sampah, Publik Tagih Langkah Nyata Pemkab Polman

Sebarkan artikel ini

POLEWALI MANDAR-Breakingnewspost.id — Persoalan sampah kembali mencuat di Pasar Wonomulyo dan menjadi sorotan publik. Tumpukan limbah yang terlihat di sejumlah sudut pasar dinilai mencerminkan belum optimalnya pengelolaan kebersihan oleh pemerintah daerah.

Pantauan di lokasi menunjukkan sampah organik seperti sisa sayuran dan ikan bercampur dengan plastik dan kardus bekas kemasan. Pada jam-jam sibuk, tempat penampungan sementara (TPS) tampak penuh sebelum pengangkutan dilakukan. Bau tidak sedap tercium di beberapa titik, terutama saat cuaca panas.

“Kalau hari pasar ramai, sampah cepat sekali menumpuk. Kadang dua sampai tiga hari baru bersih total,” ujar seorang pedagang di area los sayur, Selasa (4/3/2026).

Pasar Wonomulyo merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat di Polewali Mandar. Ratusan pedagang bertransaksi setiap hari, menghasilkan volume sampah yang cukup besar. Kondisi tersebut menuntut sistem pengelolaan yang terencana dan konsisten.

Sejumlah warga menilai persoalan ini tidak hanya terkait frekuensi pengangkutan, tetapi juga menyangkut manajemen yang belum terintegrasi. Mereka menyebut belum ada pemilahan sampah di tingkat pedagang serta keterbatasan fasilitas penampungan sebagai faktor yang memperparah keadaan.

Tokoh masyarakat setempat menyebut kebersihan pasar merupakan indikator pelayanan dasar pemerintah daerah. “Pasar adalah ruang publik yang langsung dirasakan masyarakat. Kalau kebersihannya belum tertata, wajar jika publik mempertanyakan kinerja pemerintah,” ujarnya.

Sebagai salah satu pusat perdagangan utama di Sulawesi Barat, Pasar Wonomulyo memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian daerah. Kondisi kebersihan yang belum optimal dinilai berpotensi berdampak pada kesehatan lingkungan dan kenyamanan pengunjung.

Pengamat kebijakan publik lokal menilai pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh berbasis data, termasuk menghitung volume sampah harian, kapasitas armada pengangkut, serta kebutuhan petugas kebersihan. Tanpa perencanaan dan pengawasan yang terukur, persoalan serupa dinilai akan terus berulang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar terkait langkah konkret yang akan ditempuh untuk membenahi pengelolaan sampah di Pasar Wonomulyo.

Memasuki tahun kedua pemerintahan, persoalan sampah di pasar tersebut menjadi catatan penting bagi Pemkab Polman dalam membuktikan komitmen terhadap pembenahan layanan dasar dan tata kelola kebersihan publik.Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *