Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Uncategorized

Warga Desa Banua Adolang Merindukan Akses Jalan, Dua Periode Bupati Majene Dinilai Belum Menjawab Harapan

19
×

Warga Desa Banua Adolang Merindukan Akses Jalan, Dua Periode Bupati Majene Dinilai Belum Menjawab Harapan

Sebarkan artikel ini

MAJENE-Breakingnewspost.id — Harapan warga Desa Banua Adolang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, terhadap pembangunan infrastruktur jalan kembali mencuat. Setelah dua periode kepemimpinan bupati, akses jalan yang layak menuju wilayah tersebut dinilai belum juga terwujud secara signifikan.

Di Dusun Belia, yang berada dalam wilayah Desa Banua Adolang, warga masih harus berjalan kaki sekitar 25 kilometer untuk mencapai pasar terdekat. Jalur yang dilalui berupa jalan tanah tanpa pengerasan memadai. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi lumpur licin yang sulit dilalui. Pada musim kemarau, debu tebal dan panas menyengat menjadi tantangan sehari-hari.

“Sejak kecil sampai sekarang sudah berkeluarga, kami tetap jalan kaki ke pasar. Tidak ada kendaraan yang bisa masuk,” ujar Nurdin, salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada roda ekonomi warga. Hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama sulit dipasarkan secara efisien. Biaya distribusi membengkak karena hanya mengandalkan tenaga angkut manual. Situasi ini membuat margin keuntungan petani semakin tipis dan daya saing hasil kebun menurun.

Dampak lainnya terasa di sektor pendidikan dan kesehatan. Anak-anak harus menempuh perjalanan jauh untuk bersekolah, sementara warga yang sakit menghadapi risiko keterlambatan penanganan medis akibat keterbatasan akses transportasi.

Sejumlah tokoh masyarakat mempertanyakan konsistensi perencanaan dan realisasi anggaran infrastruktur selama dua periode kepemimpinan daerah. Mereka menilai pembangunan jalan desa seharusnya menjadi prioritas utama sebagai fondasi pemerataan pembangunan, bukan sekadar janji dalam dokumen perencanaan.

Hingga kini, belum ada penjelasan terperinci dari pemerintah daerah terkait rencana konkret, alokasi anggaran, maupun target waktu pembukaan atau peningkatan akses jalan menuju Dusun Belia dan wilayah sekitarnya.

Bagi warga, jalan bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah akses menuju pendidikan yang lebih mudah, layanan kesehatan yang lebih cepat, serta peluang ekonomi yang lebih terbuka. Selama akses itu belum terealisasi, harapan akan pemerataan pembangunan di Majene akan terus menjadi pertanyaan di tengah masyarakat.

Reporter:M.Arifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *