Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDAERAH

DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

2
×

DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Sebarkan artikel ini

Kupang-BreakingNewspost.id — Komisi III DPR RI mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis HAM dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. DPR mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut serta segera menangkap para pelaku.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyatakan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan pimpinan Kepolisian Daerah Metro Jaya guna meminta percepatan penanganan kasus tersebut.

“Komisi III DPR RI mengecam keras aksi kekerasan ini. Kami sudah menghubungi Kapolda Metro Jaya agar pihak kepolisian bergerak cepat untuk menangkap para pelaku dan mengusut kasus ini hingga tuntas,” ujar Habiburokhman, Senin (16/3/2026).

Diserang Saat Pulang dari Kantor YLBHI

Peristiwa penyiraman air keras itu terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Jalan Salemba I, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Saat itu, Andrie Yunus baru saja menyelesaikan kegiatan rekaman di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta.

Menurut informasi yang dihimpun, dua orang tak dikenal mendekati korban dan langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras. Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar cukup serius pada sejumlah bagian tubuhnya.

Korban dilaporkan mengalami luka bakar sekitar 35 persen, terutama pada bagian wajah dan mata. Ia saat ini masih menjalani perawatan intensif guna memulihkan kondisi kesehatannya.

Polisi Telusuri Pelaku Lewat CCTV

Pihak kepolisian menyatakan telah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Dari hasil penelusuran awal, aparat menduga terdapat sedikitnya empat orang pelaku yang terlibat dalam aksi penyerangan itu.

Para pelaku diduga menggunakan sepeda motor dan membuntuti korban setelah meninggalkan kantor YLBHI. Polisi juga telah menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik untuk mengidentifikasi para pelaku.

Sejauh ini, penyidik disebut telah memeriksa rekaman CCTV di sedikitnya 86 lokasi berbeda di sekitar jalur yang dilalui korban serta mengumpulkan berbagai barang bukti untuk mengungkap identitas pelaku.

DPR Minta Negara Jamin Perlindungan Korban

Selain meminta penegakan hukum secara tegas, DPR juga mendesak pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memastikan korban mendapatkan penanganan medis terbaik.

Komisi III juga meminta agar negara memberikan perlindungan kepada korban, keluarga, serta organisasi yang menaunginya guna mencegah potensi ancaman lanjutan.

Anggota Komisi III DPR RI, Yulius Setiarto, menilai aksi penyiraman air keras tersebut patut diduga sebagai bentuk serangan yang terencana terhadap aktivis yang selama ini vokal menyuarakan isu hak asasi manusia.

“Serangan ini berpotensi menjadi upaya membungkam suara kritis. Oleh karena itu, proses penyelidikan harus dilakukan secara cepat, transparan, dan akuntabel agar tidak menimbulkan kesan impunitas,” ujarnya.

KontraS Laporkan Kasus ke Komnas HAM

Di sisi lain, organisasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) juga telah melaporkan peristiwa tersebut kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Ketua KontraS, Fatia Maulidiyanti, meminta pemerintah dan aparat penegak hukum memberikan perlindungan kepada korban serta mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kami berharap kasus ini dapat ditangani secara serius dan transparan agar pelaku dapat segera diungkap dan korban memperoleh keadilan,” ujar Fatia.

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus menuai reaksi luas dari berbagai kalangan, termasuk kelompok masyarakat sipil dan organisasi HAM. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk mengungkap pelaku serta memastikan perlindungan terhadap para pembela hak asasi manusia di Indonesia.

Reporter: Yohanes Tafaib

Sumber: BDS Alliance

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *