Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDAERAH

Safari Ramadan di Tidore: Warga Soasio Gelar Pawai Obor dari Masjid Sultan hingga Benteng Kesultanan

1
×

Safari Ramadan di Tidore: Warga Soasio Gelar Pawai Obor dari Masjid Sultan hingga Benteng Kesultanan

Sebarkan artikel ini

TidoreBreakingNewspost.id Semarak Safari Ramadan terasa kuat di Kelurahan Soasio, Kota Tidore Kepulauan, ketika warga dari RT 01 hingga RT 04 menggelar pawai obor yang melibatkan anak-anak hingga orang dewasa. Kegiatan yang berlangsung pada 16 Maret 2026 itu menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah lingkungan warga.

Ratusan warga berkumpul di depan Masjid Sultan Tidore sebelum memulai pawai. Dari lokasi tersebut, peserta membawa obor dan berjalan menyusuri jalan-jalan di wilayah Kelurahan Soasio menuju kawasan bersejarah di Tanjung Tahula, tempat berdirinya Benteng Kesultanan Tidore.

Sepanjang perjalanan, peserta pawai secara serentak melantunkan lagu-lagu kasidah yang menambah nuansa religius dalam kegiatan tersebut. Suara lantunan kasidah yang menggema di sepanjang jalan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar yang turut menyaksikan jalannya pawai.

Kegiatan pawai obor ini sebagian difasilitasi oleh pihak Kesultanan Tidore, sementara sebagian lainnya dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan Safari Ramadan tersebut.

Meski diikuti berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, jalannya pawai berlangsung tertib dan terorganisir. Panitia terlihat aktif mengoordinasikan barisan peserta sehingga seluruh rombongan tetap berada dalam jalur yang telah ditentukan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, barisan pawai diperkirakan mencapai panjang sekitar 30 meter. Para peserta berjalan dengan rapi tanpa ada yang keluar dari barisan, mencerminkan kedisiplinan sekaligus kekompakan warga dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Selain sebagai bagian dari syiar Islam, pawai obor ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Tradisi tersebut telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tidore dan terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap Ramadan sebagai simbol kebersamaan, kekhidmatan ibadah, serta upaya menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah mengakar di tengah masyarakat.

Reporter: Yordanian Sero

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *