Kendari-BreakingNewspost.id — Upaya membangun kesadaran publik terhadap bahaya praktik pungutan liar (pungli) terus digencarkan oleh berbagai elemen masyarakat. Salah satunya dilakukan Generasi Anti Narkoba Nasional (GANN) bersama Project Tolak Pungli Sulawesi Tenggara melalui kegiatan sosialisasi bertema “Tolak Pungli” yang dirangkaikan dengan bakti sosial di Panti Asuhan Nur Hidayah, Kelurahan Tondongeu, Kecamatan Nambo, Rabu (18/3/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga bagian dari pendekatan sosial yang menyasar kelompok masyarakat rentan, termasuk anak-anak panti asuhan, sebagai generasi penerus yang perlu dibekali nilai integritas sejak dini.
Ketua Project Tolak Pungli Sultra, Muh. Rizki Falen yang dikenal dengan sapaan Bung Anwar, mengatakan bahwa pungli merupakan persoalan serius yang berdampak luas, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga terhadap kualitas pelayanan publik.
“Pungli bukan hanya merugikan masyarakat secara finansial, tetapi juga menggerus kepercayaan terhadap institusi pelayanan publik. Karena itu, diperlukan keberanian kolektif untuk menolak dan melawan praktik tersebut,” ujar Rizki.
Menurut dia, edukasi yang dilakukan sejak dini menjadi langkah strategis untuk membentuk karakter masyarakat yang berani bersikap jujur dan menolak praktik-praktik menyimpang. Ia menekankan bahwa perubahan budaya hanya dapat terwujud jika masyarakat memiliki kesadaran dan keberanian untuk tidak terlibat dalam praktik pungli, baik sebagai pelaku maupun sebagai pihak yang membiarkan.
Selain sosialisasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial berupa sembako dan santunan kepada anak-anak panti asuhan. Rizki menyebut, aspek kemanusiaan menjadi bagian penting dalam setiap gerakan sosial yang mereka lakukan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa gerakan ini bukan hanya soal penolakan terhadap pungli, tetapi juga tentang kepedulian terhadap sesama,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD GANN Sultra, La Ode Bili Nane Marfadha, menilai bahwa pemberantasan pungli harus berjalan seiring dengan upaya memerangi penyalahgunaan narkoba. Menurut dia, kedua persoalan tersebut sama-sama menjadi ancaman bagi masa depan generasi muda.
“Pungli dan narkoba memiliki dampak destruktif yang sama. Jika tidak ditangani secara serius, keduanya dapat merusak tatanan sosial dan masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam mengatasi berbagai persoalan sosial tersebut. Keterlibatan organisasi kepemudaan, komunitas, dan masyarakat luas dinilai penting untuk memperkuat gerakan pencegahan.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum APP Sultra, Soni Maarisit. Ia mengapresiasi sinergi antarorganisasi dalam kegiatan tersebut sebagai contoh konkret kolaborasi sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dapat berjalan beriringan dengan aksi nyata di lapangan. Ini penting untuk membangun kesadaran sekaligus kepekaan sosial,” katanya.
Pihak Panti Asuhan Nur Hidayah juga menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai kehadiran organisasi sosial tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga memberikan motivasi dan perhatian yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi edukasi interaktif mengenai bahaya pungli, pentingnya integritas, serta diskusi ringan yang melibatkan anak-anak panti. Suasana berlangsung hangat, dengan interaksi langsung antara peserta dan penyelenggara.
Melalui kegiatan ini, GANN dan Project Tolak Pungli Sultra berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya pungli semakin meningkat. Di sisi lain, mereka juga mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk berani menolak segala bentuk pungutan liar serta bersama-sama membangun lingkungan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Reporter: Laode billy















