Luwu,Breakingnewspost.Id-Upaya menghidupkan kembali pusat aktivitas ekonomi masyarakat terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu. Salah satu langkah nyata yang kini tengah dipersiapkan adalah pengaktifan Pasar Tradisional di Kecamatan Ponrang Selatan yang dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan April 2026.
Menjelang pengoperasian tersebut, pemerintah bersama panitia pelaksana secara resmi mengajak seluruh pelaku usaha, khususnya pedagang kecil dan menengah, untuk segera mendaftarkan diri sebagai bagian dari pelaku pasar. Pendaftaran ini menjadi tahapan awal dalam proses penataan dan pengisian lapak agar aktivitas pasar nantinya dapat berjalan tertib dan terorganisir.
Bagi masyarakat yang berminat, proses pendaftaran dilakukan secara langsung di Kantor Camat Ponrang Selatan. Calon pedagang akan mendapatkan penjelasan terkait mekanisme penempatan, pembagian zona jualan, serta aturan dasar yang akan diterapkan saat pasar mulai beroperasi. Panitia juga akan melakukan pendataan jenis dagangan guna memastikan penataan pasar berjalan rapi dan tidak tumpang tindih.
Dalam tahap awal pengaktifan ini, pemerintah memberikan kebijakan yang cukup meringankan bagi para pelaku usaha. Pemanfaatan Pasar Tradisional Ponrang Selatan akan diberikan secara gratis tanpa pungutan retribusi. Artinya, pedagang dapat langsung berjualan tanpa dibebani biaya sewa maupun iuran lainnya selama masa awal operasional.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk kembali meramaikan pasar tradisional, sekaligus menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Pemerintah menyadari bahwa keberadaan pasar tradisional memiliki peran penting dalam menopang ekonomi rakyat, khususnya bagi pedagang kecil, petani, nelayan, serta pelaku usaha rumahan.
Secara lokal, rencana ini disambut positif oleh warga Ponrang Selatan. Banyak yang menilai bahwa pengaktifan kembali pasar akan memberikan dampak besar terhadap kemudahan akses kebutuhan pokok dan peningkatan pendapatan masyarakat.
“Kalau pasar sudah aktif kembali, pasti sangat membantu. Apalagi kalau masih gratis di awal, tentu banyak yang tertarik untuk mulai jualan lagi,” ujar salah satu warga setempat.
Warga lainnya juga berharap agar pengelolaan pasar nantinya bisa berjalan dengan baik, tertib, dan aman sehingga pembeli merasa nyaman berbelanja. Selain itu, pasar diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga menjadi pusat interaksi sosial masyarakat.
Panitia pelaksana sendiri saat ini terus melakukan berbagai persiapan, mulai dari pembersihan area pasar, penataan lapak, hingga koordinasi dengan pemerintah setempat. Hal ini dilakukan agar saat hari pengaktifan tiba, seluruh fasilitas sudah siap digunakan oleh para pedagang dan pengunjung.
Tidak hanya itu, penataan juga akan difokuskan pada pengelompokan jenis dagangan, seperti area khusus untuk kebutuhan pokok, hasil pertanian, ikan, daging, hingga produk kebutuhan harian lainnya. Langkah ini diambil untuk menciptakan suasana pasar yang lebih rapi, nyaman, dan mudah diakses oleh pembeli.
Pemerintah juga mengimbau kepada seluruh calon pedagang agar segera melakukan pendaftaran lebih awal guna menghindari keterlambatan dalam proses penempatan. Dengan pendataan yang maksimal, diharapkan seluruh pelaku usaha dapat memperoleh kesempatan yang adil untuk berjualan di dalam pasar.
Pengaktifan Pasar Tradisional Ponrang Selatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan. Selain membuka peluang usaha baru, keberadaan pasar yang aktif juga diyakini mampu meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat desa hingga kecamatan.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, seluruh pihak berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Pasar tidak hanya diharapkan ramai saat awal pembukaan, tetapi juga dapat terus berkembang dan menjadi pusat ekonomi yang hidup dan berkelanjutan di Kecamatan Ponrang Selatan.
Penulis: AsL















