Luwu-BreakinngNewsposr. Id — Aktivitas jual beli di Pasar Tradisional Lanipa, Kecamatan Ponrang Selatan, mulai kembali bergeliat. Namun di balik kembalinya denyut ekonomi tersebut, keluhan pedagang kian menguat terkait kondisi fasilitas pasar yang dinilai belum layak digunakan.
Sejak dibuka kembali beberapa waktu lalu, para pedagang telah menempati los masing-masing. Meski demikian, sejumlah sarana dasar seperti listrik, sanitasi, hingga keamanan dinilai masih jauh dari memadai.
Salah satu pedagang, WN (45), mengaku terpaksa tetap berjualan meski kondisi pasar belum mendukung.
“Kami sudah mulai jualan karena butuh penghasilan. Tapi fasilitas di dalam pasar belum siap. Dulu sempat dijanji akan diperbaiki, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Listrik dan Sanitasi Jadi Sorotan
Ketiadaan aliran listrik menjadi persoalan utama yang dikeluhkan pedagang. Kondisi ini dinilai sangat menghambat aktivitas, terutama bagi pedagang yang beroperasi sejak subuh hingga malam hari.
“Kalau tidak ada listrik, kami sangat terbatas. Apalagi saat cuaca gelap, pembeli juga tidak nyaman,” tambahnya.
Selain itu, kondisi WC umum yang rusak parah turut menjadi perhatian serius. Fasilitas sanitasi yang tidak layak berpotensi mengganggu kebersihan lingkungan pasar.
Tak hanya itu, sejumlah pintu los dilaporkan rusak dan tidak dapat digunakan secara optimal, sehingga memicu kekhawatiran terkait keamanan barang dagangan.
Panitia Akui Banyak Kekurangan
Menanggapi keluhan tersebut, Sekretaris Panitia Pasar Tradisional Lanipa, Haeruddin, membenarkan bahwa kondisi fasilitas pasar masih membutuhkan banyak perbaikan.
“Iya, memang banyak keluhan dari pedagang. Soal listrik, WC, dan pintu los sudah kami laporkan ke dinas terkait. Sekarang kita menunggu tindak lanjutnya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pihak panitia terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendorong percepatan perbaikan, mengingat pasar merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Harapan pada Pemerintah
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, para pedagang tetap bertahan karena tidak memiliki alternatif lain untuk mencari nafkah. Mereka berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pembukaan kembali pasar, tetapi juga memastikan kesiapan fasilitas penunjang.
Kondisi ini menjadi catatan penting bagi Kabupaten Luwu, mengingat pasar tradisional memiliki peran vital dalam menggerakkan ekonomi rakyat.
Para pedagang berharap adanya langkah konkret dan cepat agar Pasar Lanipa tidak hanya kembali ramai, tetapi juga menjadi tempat yang layak, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Penulis: AsL















