Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Penanganan Bentrokan Lamasi Pantai–Seba-seba Disorot, Kapolsek Walenrang Dinilai Belum Maksimal

6
×

Penanganan Bentrokan Lamasi Pantai–Seba-seba Disorot, Kapolsek Walenrang Dinilai Belum Maksimal

Sebarkan artikel ini

Luwu-BreakingNewsPost.id– Bentrokan antarwarga antara Lamasi Pantai dan Seba-seba (Sangking), Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, terus menjadi sorotan publik. Konflik yang berulang dalam beberapa pekan terakhir memicu keresahan masyarakat dan menimbulkan kritik terhadap penanganan aparat kepolisian setempat.

Sejumlah warga menilai langkah yang diambil oleh aparat, khususnya jajaran Polsek Walenrang, belum maksimal dan terkesan belum mampu meredam konflik secara menyeluruh. Bahkan, muncul persepsi di tengah masyarakat bahwa penanganan yang dilakukan belum sepenuhnya adil.

Bentrokan dilaporkan kerap terjadi baik siang maupun malam hari, sehingga membuat warga merasa tidak aman untuk beraktivitas, terutama pada malam hari. Situasi ini dinilai berpotensi memperburuk kondisi sosial jika tidak segera ditangani secara komprehensif.

Sorotan utama masyarakat tertuju pada proses penegakan hukum. Warga menyebut pihak yang diduga melakukan penyerangan belum seluruhnya ditindak tegas, sementara sejumlah warga dari pihak yang merasa menjadi korban justru lebih dulu diamankan.

“Yang datang menyerang belum jelas ditangkap, sementara yang diserang lebih dulu diamankan. Ini yang membuat masyarakat bertanya-tanya,” ujar salah satu warga.

Selain itu, warga juga menilai aparat lebih sering melakukan penindakan di wilayah Lamasi Pantai. Mereka berharap kepolisian dapat bertindak lebih menyeluruh dengan melakukan penelusuran hingga ke wilayah yang diduga menjadi asal kelompok penyerang.

“Penanganan harus menyeluruh. Jangan hanya fokus di satu wilayah saja. Semua pihak yang terlibat harus diperiksa agar jelas siapa pelaku sebenarnya,” kata warga lainnya.

Kondisi ini dinilai berpotensi memicu ketegangan lanjutan jika tidak segera direspons dengan pendekatan yang adil dan transparan. Kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum pun disebut mulai tergerus.

Masyarakat berharap kepolisian dapat menjalankan peran sebagai penengah secara profesional, dengan mengedepankan prinsip keadilan dan tidak tebang pilih dalam penegakan hukum. Selain langkah represif, pendekatan persuasif juga dinilai penting, termasuk melibatkan tokoh masyarakat dari kedua wilayah guna meredam konflik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tudingan masyarakat mengenai dugaan ketidakadilan dalam penanganan kasus tersebut.

Warga berharap langkah cepat dan terukur segera dilakukan agar situasi keamanan dapat kembali kondusif dan tidak terjadi bentrokan susulan yang berpotensi menimbulkan korban.

Penulis: AsL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *