Lampung Timur-BreakingNewspost.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah di Kabupaten Lampung Timur kembali menuai sorotan. Penyimbang adat di Beliyuk Negara Nabung menilai menu yang dibagikan kepada siswa SD Negeri 1 Negara Nabung, Kecamatan Sukadana, belum sepenuhnya mencerminkan standar gizi yang dibutuhkan anak usia sekolah.
Menu yang diterima siswa disebut hanya berupa susu, pisang, dan puding. Komposisi tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan nutrisi harian anak, terutama dari sisi protein hewani dan sayuran yang penting bagi pertumbuhan.
Penyimbang adat Suttan Tuan Suttan menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, program MBG memiliki tujuan yang sangat baik, namun pelaksanaannya harus benar-benar memperhatikan kualitas menu agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh anak-anak.
“Program ini sangat baik tujuannya. Tetapi jika menu yang diberikan tidak memenuhi standar gizi anak, tentu sangat disayangkan. Anak-anak membutuhkan asupan protein, vitamin, dan karbohidrat yang seimbang,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Sorotan terhadap menu MBG di SD Negeri 1 Negara Nabung ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pihak penyelenggara maupun pemerintah daerah. Program yang digagas untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah tersebut dinilai perlu pengawasan ketat agar pelaksanaannya benar-benar sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan.
Penyimbang adat Suttan Tuan Suttan juga berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap menu yang disediakan oleh pihak penyedia makanan, sehingga program MBG tidak sekadar menjadi kegiatan pembagian makanan, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi tumbuh kembang anak.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Yoga Pratama Putra selaku Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bumi Ayu yang menjadi penyedia makanan MBG di SD Negeri 1 Negara Nabung belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp oleh awak media belum mendapat respons.
Publik pun menunggu klarifikasi dari pihak penyedia maupun instansi terkait guna memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis benar-benar dijalankan sesuai tujuan awalnya, yakni meningkatkan kualitas gizi generasi muda.(Husnanefendi)













