PASAMAN-BreakingNewspost.id – Di berbagai daerah, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dijalankan sebagai salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah. Namun, harapan tersebut hingga kini belum sepenuhnya dirasakan oleh para siswa SDN 22 Batang Tuhur, Nagari Cubadak Tengah, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, jum’at 5 januari 2026, bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disiapkan sebagai pusat pelaksanaan program masih belum beroperasi. Bangunan yang diharapkan menjadi jantung distribusi makanan bergizi bagi siswa itu terlihat tertutup dan belum menunjukkan aktivitas pelayanan sebagaimana mestinya.
Akibatnya, para siswa yang seharusnya menjadi penerima manfaat program nasional tersebut masih menjalani aktivitas belajar seperti biasa tanpa adanya distribusi makanan bergizi gratis yang dijanjikan pemerintah.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Sebab, Program MBG sejak awal diperkenalkan sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperbaiki kualitas gizi generasi muda, menekan angka stunting, serta meningkatkan konsentrasi dan semangat belajar anak-anak di sekolah.
Di SDN 22 Batang Tuhur, harapan itu masih sebatas menunggu.
Sejumlah orang tua murid mengaku telah mendengar informasi mengenai program tersebut sejak beberapa waktu lalu. Namun hingga saat ini mereka belum melihat adanya pelaksanaan nyata di lingkungan sekolah.
Untuk memperoleh kejelasan, awak media mengonfirmasi Kepala SDN 22 Batang Tuhur terkait perkembangan program tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG kemungkinan akan dilakukan dalam waktu dekat karena fasilitas pendukung masih berada dalam tahap pembenahan.
Mungkin dalam waktu dekat, karena bangunan SPPG masih dalam tahap pembenahan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memberi sinyal bahwa program belum berjalan bukan karena dibatalkan, melainkan karena masih menunggu kesiapan sarana pendukung. Namun demikian, hingga kini belum terdapat kepastian mengenai kapan pembenahan selesai dan kapan makanan bergizi mulai didistribusikan kepada para siswa.
Situasi ini menggambarkan tantangan yang masih dihadapi dalam implementasi program nasional di tingkat daerah. Sebuah kebijakan dapat diumumkan secara nasional, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, sistem distribusi, dan koordinasi di lapangan.
Bagi siswa dan orang tua, yang terpenting bukanlah kapan program diumumkan, melainkan kapan manfaatnya benar-benar dapat dirasakan.
Program MBG memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar penyediaan makanan di sekolah. Bagi sebagian keluarga, program ini menjadi tambahan dukungan pemenuhan gizi anak. Bagi siswa, program ini diharapkan membantu meningkatkan kesehatan, konsentrasi belajar, serta kualitas tumbuh kembang mereka.
Karena itu, keterlambatan pelaksanaan di sejumlah sekolah kerap memunculkan harapan sekaligus pertanyaan dari masyarakat mengenai progres kesiapan program di daerah masing-masing.
Masyarakat Nagari Cubadak Tengah berharap proses pembenahan fasilitas SPPG dapat segera diselesaikan sehingga para siswa SDN 22 Batang Tuhur tidak perlu menunggu lebih lama untuk menikmati manfaat program yang telah lama diperkenalkan kepada publik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada jadwal resmi mengenai operasional SPPG maupun waktu pasti dimulainya distribusi makanan bergizi gratis di SDN 22 Batang Tuhur. Para siswa masih menanti, sementara orang tua berharap janji peningkatan gizi anak-anak melalui Program MBG segera hadir dalam bentuk yang nyata di meja belajar mereka.
Liputan:M.Ali Asaman.
















