Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

SPPG Anam Koto Selatan Resmi Beroperasi, Jadi Tulang Punggung Program MBG di Kinali

6
×

SPPG Anam Koto Selatan Resmi Beroperasi, Jadi Tulang Punggung Program MBG di Kinali

Sebarkan artikel ini

Pasaman Barat- BreakingNewspost id Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mempercepat implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan meresmikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Anam Koto Selatan di Kecamatan Kinali, Rabu (22/4/2026).

Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat distribusi utama makanan bergizi bagi ribuan siswa di wilayah Kinali dan sekitarnya, sekaligus memperkuat upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas gizi anak usia sekolah.

Peresmian dilakukan oleh Imter Pedri yang hadir mewakili Bupati Pasaman Barat. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberadaan SPPG memiliki peran strategis dalam keberhasilan program MBG.

“SPPG ini bukan sekadar dapur umum. Ini adalah tulang punggung pelaksanaan MBG. Karena itu, standar kelayakan gizi harus terpenuhi, dan etika pelayanan kepada anak-anak tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Sekolah Diminta Aktif Mengawasi

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam memastikan kualitas program. Kepala sekolah diminta menjadi garda terdepan dalam pengawasan sebelum makanan didistribusikan kepada siswa.

“Pastikan sebelum dibagikan, makanan itu layak konsumsi—baik dari sisi gizi, kebersihan, maupun porsi. Jika tidak sesuai, segera koordinasikan dengan pihak SPPG,” ujar Imter.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi penurunan kualitas layanan serta memastikan manfaat program benar-benar dirasakan siswa.

Sinergi Jadi Kunci Keberhasilan

Pemkab Pasaman Barat menilai, keberhasilan MBG sangat bergantung pada sinergi antara SPPG dan pihak sekolah. Tanpa koordinasi yang baik, program berisiko tidak berjalan optimal.

Program MBG sendiri ditargetkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan siswa, tetapi juga berdampak pada peningkatan kesehatan, konsentrasi belajar, serta penurunan angka stunting di daerah.

Dorong Ekonomi Lokal

Selain aspek kesehatan, SPPG juga diarahkan untuk menyerap bahan baku dari petani lokal. Langkah ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi nagari sekaligus menciptakan ekosistem pangan yang berkelanjutan.

Pengawasan Ketat Diterapkan

Pemerintah daerah memastikan pengawasan akan dilakukan secara rutin dan menyeluruh. Mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan, kebersihan dapur, hingga distribusi makanan ke siswa akan menjadi perhatian utama.

“Standar gizi dan etika pelayanan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita,” tegas Imter.

Dengan beroperasinya SPPG Anam Koto Selatan, Pemkab Pasaman Barat berharap program MBG dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran, sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.

(Eprizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *