PASAMAN-Breakingnewspost.id — 9 Maret 2026, Warga di Jorong Sinuangon membangun jembatan penghubung menuju pemukiman mereka secara swadaya. Pembangunan infrastruktur tersebut dilakukan karena akses menuju wilayah itu dinilai sangat terbatas dan hingga kini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat.
Jembatan tersebut dibangun sebagai jalur penghubung utama bagi masyarakat yang tinggal di Jorong Sinuangon, yang berada di wilayah Nagari Simpang Tonang Utara, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman.
Menurut Dedi, yang juga menjadi salah satu pelaksana pembangunan jembatan tersebut, biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta.
“Pembangunan jembatan ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Perkiraan biaya yang dibutuhkan kurang lebih sekitar Rp250 juta,” ujar Dedi kepada media.
Ia menjelaskan, hingga saat ini pembangunan masih terus berjalan secara bertahap dengan mengandalkan gotong royong serta kontribusi masyarakat setempat. Namun keterbatasan dana membuat proses pembangunan berjalan cukup lambat.
Dedi juga menyayangkan hingga kini belum ada perhatian maupun campur tangan dari pemerintah daerah ataupun anggota DPRD setempat untuk membantu pembangunan jembatan tersebut.
Menurutnya, kondisi ini cukup memprihatinkan karena masyarakat di Jorong Sinuangon selama ini kerap harus membangun infrastruktur dasar seperti jalan maupun jembatan dengan kemampuan sendiri.
Padahal, keberadaan jembatan tersebut dinilai sangat penting bagi aktivitas masyarakat, baik untuk mobilitas warga, pengangkutan hasil pertanian, maupun akses pendidikan dan layanan kesehatan.
“Memang cukup memprihatinkan. Untuk membangun jalan atau jembatan, masyarakat Sinuangon harus mengerjakannya secara swadaya,” kata Dedi.
Warga berharap pemerintah daerah Kabupaten Pasaman serta anggota DPRD dari daerah pemilihan Duo Koto dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur di wilayah tersebut.
Masyarakat menilai dukungan pemerintah sangat dibutuhkan agar pembangunan jembatan dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan secara aman oleh warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut.Red













