Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Sorotan

Warga Soroti Kabel Listrik Putus, Ancam Keselamatan Pengendara di peppa’e

22
×

Warga Soroti Kabel Listrik Putus, Ancam Keselamatan Pengendara di peppa’e

Sebarkan artikel ini

Soppeng-BreakingNewspost.id — Ancaman keselamatan mengintai pengguna jalan di Dusun Peppae, Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng. Sejumlah warga menyoroti kondisi kabel listrik yang putus dan menjuntai di badan jalan, yang hingga kini belum juga mendapatkan penanganan.

Kabel yang menggantung rendah tersebut tidak hanya mengganggu akses lalu lintas, tetapi juga dinilai berpotensi memicu kecelakaan serius, terutama bagi pengendara roda dua maupun kendaraan bertinggi besar yang melintas di jalur tersebut.

Arifin,  warga setempat, mengungkapkan 7 april 2026, bahwa laporan terkait kondisi tersebut telah berulang kali disampaikan kepada PLN Ranting Pajalesang. Namun, menurutnya, hingga saat ini belum ada tindakan nyata di lapangan.

“Kabel itu sudah lama menjuntai di jalan. Setiap hari kami lewat dengan rasa waswas. Kalau hujan atau angin kencang, kami semakin khawatir bisa terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Menurut warga, posisi kabel yang terlalu rendah kerap nyaris tersangkut kendaraan, khususnya truk atau mobil dengan muatan tinggi. Kondisi ini memperbesar risiko kecelakaan lalu lintas, terlebih jika pengendara tidak menyadari keberadaan kabel tersebut, terutama pada malam hari atau saat cuaca buruk.

Selain risiko kecelakaan, warga juga mengkhawatirkan potensi bahaya kelistrikan. Kabel yang putus dan tidak tertangani berisiko mengalami kebocoran arus atau korsleting, yang dapat mengancam keselamatan warga di sekitar lokasi.

warga menilai lambannya respons terhadap laporan tersebut patut menjadi perhatian serius. Mereka mendesak PT PLN (Persero) untuk segera turun tangan melakukan perbaikan, sekaligus memastikan standar keselamatan jaringan listrik terpenuhi.

“Ini bukan sekadar gangguan biasa. Ini menyangkut keselamatan orang banyak. Jangan tunggu ada korban baru diperbaiki,” kata seorang warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait tindak lanjut laporan warga tersebut.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai respons dan pengawasan terhadap infrastruktur kelistrikan di wilayah pedesaan. Warga berharap tidak hanya perbaikan sementara, tetapi juga evaluasi menyeluruh terhadap jaringan listrik yang ada, guna mencegah kejadian serupa terulang.

Di tengah meningkatnya kebutuhan akan keselamatan infrastruktur publik, warga menilai kecepatan respons dan ketepatan penanganan menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Mereka mendesak agar pihak terkait segera mengambil langkah konkret sebelum kondisi tersebut benar-benar menimbulkan korban jiwa.Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *