MAUMERE-BreakingNewspost.id — Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Watuomok, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dihadapi masyarakat, khususnya para pelajar yang harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah.
Sebanyak 127 siswa dari SDI Blawuk dan SMPN Nebe, yang berasal dari Kampung Wair Bou (Desa Watuomok) dan Kampung Wae Loke (Desa Baokremot), dalam waktu dekat akan lebih mudah menjangkau fasilitas pendidikan setelah jembatan tersebut rampung dibangun.

Pembangunan jembatan ditandai dengan peletakan batu pertama pada Senin (30/3/2026), yang dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sikka.
Akses Pendidikan Jadi Prioritas
Sekretaris Desa Watuomok, Paulus Pit Geon, mengungkapkan bahwa selama ini para siswa menghadapi kesulitan besar karena harus melewati sungai tanpa jembatan yang memadai.
“Dengan adanya jembatan ini akan memudahkan anak-anak sekolah dari Kampung Wair Bou dan Kampung Wae Loke menuju sekolah,” ujarnya.
Selain berdampak pada sektor pendidikan, jembatan ini juga diharapkan mempermudah mobilitas sekitar 1.783 warga Desa Watuomok dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Jawaban atas Penantian Panjang
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyatakan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat yang telah dinantikan selama lebih dari satu dekade.
“Kerinduan masyarakat akan jembatan penghubung ini sudah ada sejak 12 tahun lalu, dan pada 2026 ini akhirnya bisa terwujud,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan jembatan tidak hanya mempermudah akses pendidikan, tetapi juga akan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Kolaborasi Pemerintah dan TNI
Pembangunan Jembatan Garuda ini diprakarsai dan dilaksanakan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat.
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Prabowo Subianto atas dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di daerah.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sikka berencana bekerja sama dengan Kodim 1603/Sikka untuk mengusulkan pembangunan jembatan di sejumlah titik lain yan lg masih mengalami keterbatasan akses.
Target Pembangunan 30 Hari
Sesuai rencana, Jembatan Garuda akan dibangun dalam bentuk jembatan gantung sepanjang 100 meter dan ditargetkan rampung dalam waktu 30 hari.
Pembangunan ini diharapkan dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keselamatan dan kelancaran mobilitas antarwilayah.
Dihadiri Unsur Forkopimda
Kegiatan peletakan batu pertama turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi, Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Rieasta Permana, Komandan Pangkalan Angkatan Laut Maumere Kolonel Laut (P) Yoyok Ary Nugroho, Kepala Kejaksaan Negeri Sikka Armadha Tangdibali, serta sejumlah pimpinan OPD, camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat setempat.
(Yuven Fernandez)















